Pulau Yamdena Dianggap Lebih Siap untuk Kilang Proyek Masela

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

11/4/2017, 12.47 WIB

Menurut Martha, pulau ini dinilai lebih siap karena sudah memiliki infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara.

Blok Masela
Arief Kamaludin | Katadata

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku Martha Nanlohy menyorongkan Pulau Yamdena di Provinsi Maluku sebagai lokasi pengembangan kilang gas Blok Masela. Pertimbangannya adalah kesiapan infrastruktur di pulau tersebut.  

Menurut Martha, pulau ini dinilai lebih siap karena sudah memiliki infrastruktur seperti pelabuhan dan bandara. Sarana infrastruktur ini dinilai dapat menunjang aktivitas dan pengoperasian Kilang Masela. (Baca: Pemprov Maluku Permudah Pembebasan Lahan Kilang Masela)

Selain itu, secara geografis pulau tersebut juga tidak terlalu jauh dengan lokasi sumur gas sehingga pembangunan jalur  pipa akan lebih efisien. Pulau ini lebih dekat dengan sumur gas Blok Masela dibandingkan Pulau Aru, tapi lebih jauh daripada Pulau Selaru dan Babar.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas ESDM Provinsi Maluku, jarak Blok Masela dengan Pulau Yamdena sepanjang 183 kilometer (km). Luas pulau tersebut mencapai 328.700 hektare, dengan kedalaman laut 0-1000 meter. Pada 2014, terdapat  50 desa dengan 7 kecamatan yang tersebar di Pulau Yamdena.

Secara morfologi, Pulau Yamdena didominasi oleh dataran dengan ketinggian 0-100 meter, kemiringan lereng 0-8 persen. Kemudian perbukitan di bagian tenggara dengan ketinggian 100-240 meter.

Pulau ini terletak di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Sementara itu struktur geologi pulau tersebut adalah perlipatan berarah timur laut -barat daya, sesar naik berarah timur laut-Barat daya, dan  sesar geser berarah reatif utara-selatan. (Baca: Pemerintah Minta Inpex Kaji Dua Skenario Pengembangan Blok Masela)

Adapun, Pulau Selaru yang memiliki jarak 128 km dengan blok Masela. Luas pulau tersebut 4.918 hektare yang memiliki 7 desa dengan jumlah penduduk 13.085 jiwa. Pulau Babar yang berjarak 150 km dengan Blok Masela. Luas pulau ini mencapai 63.170 hektare, yang dihuni penduduk 6.795 jiwa di 9 desa.

Selain itu ada juga Pulau Aru di Kabupaten Kepulauan Aru, yang mempunyai jarak 512 km dengan Blok Masela. Pulau ini memiliki 131 desa dengan 10 kecamatan dan jumlah penduduk sebanyak 88.739 jiwa.

Meski lebih memilih Pulau Yamdena, Martha menyerahkan pemilihan lokasi pembangunan kilang Blok Masela kepada pemerintah pusat. "Kami tidak punya kewenangan merekomendasikan, itu kewenangan pusat," kata dia kepada Katadata, Senin (10/4).

Martha yakin, kegiatan Blok Masela akan mendorong perekonomian dan lapangan kerja di daerahnya, sehingga dapat mengentaskan kemiskinan. Apalagi, Maluku merupakan provinsi peringkat ke 2 dengan jumlah pengangguran terbanyak pada Agustus 2015.

(Baca: Pengembangan Blok Masela Tergantung Tiga Keputusan Inpex)

Selain itu, Martha berharap pemerintah pusat dan Inpex dapat mempercepat survei pada pulau pulau di sekitar Blok Masela, untuk ditetapkan sebagai lokasi strategis pembangunan kilang  gas alam cair (LNG) dan industri turunannya. Dengan begitu pemerintah daerah Maluku dapat segera mempersiapkan diri.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha