Jonan Ancam Cabut Kontrak Inpex untuk Kembangkan Blok Masela

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

3/5/2017, 14.09 WIB

"Sudah enam bulan saya di ESDM tidak jalan-jalan. Kalau kelamaan saya cabut Inpex-nya, sampai saya hilang kesabaran,'' kata Jonan.

Jonan ESDM
Arief Kamaludin|KATADATA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendesak Inpex Corporation segera menyelesaikan kajian desain awal atau Pre-FEED pengembangan Blok Masel di Laut Arafura, Maluku. Jika masih berlarut-larut maka proyek tersebut akan dibatalkan.

Menurut Jonan, sejak menjabat sebagai Menteri ESDM pada Oktober tahun lalu, proyek tersebut tidak ada perkembangan. "Sudah enam bulan saya di ESDM tidak jalan-jalan," kata dia di Jakarta, Rabu (3/5). "Kalau kelamaan saya cabut Inpex-nya, sampai saya hilang kesabaran.''

(Baca: Pemerintah Minta Inpex Kaji Dua Skenario Pengembangan Blok Masela)

Tujuan kajian desain awal ini adalah mengetahui skenario pengembangan yang terbaik. Pada tahap ini Inpex akan melakukan uji pasar untuk menentukan besaran produksi dan alokasi gas yang diproduksi dari Lapangan Abadi tersebut.

Awalnya, Inpex menginginkan opsi kapasitas produksi sebesar 9,5 juta ton per tahun (mtpa) untuk gas cair (LNG) dan 150 juta kaki kubik per hari (mmscfd) untuk alokasi gas pipa bagi industri hilir di kawasan Masela. Sementara, tawaran pemerintah hanya 7,5 mtpa untuk LNG ditambah 474 mmscfd untuk gas pipa. “Nanti ditentukan maunya yang mana, tunggu saja hasilnya,'' kata Jonan. (Baca: Menperin Minta Alokasi Gas Blok Masela untuk 3 Perusahaan)

Sebelumnya ada tiga perusahaan yang ingin menyerap gas Masela. Mereka adalah PT Pupuk Indonesia dengan alokasi 214 mmscfd, Elsoro Multi Prima sebanyak 160 mmscfd dan Kalimantan Metanol Indonesia (KMI)/Sojitz sebesar 100 mmscfd. Jadi, totalnya 474 mmscfd untuk dalam negeri.

Namun, jumlah itu menyusut menjadi 350 mmscfd. Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam pernah mengatakan, salah satu penyebab turunnya alokasi gas tersebut adalah kemampuan industri di dalam negeri.

(Baca: Kemenperin Pangkas Alokasi Gas Masela untuk Industri Dalam Negeri)

Dari 350 mmscfd tersebut, sebanyak 150 msscfd akan diserap oleh Pupuk Indonesia, Elsoro, Kalimantan Metanol Indonesia, dan PT Chandra Asri yang akan membentuk konsorsium. Sisanya akan diserap oleh PT Pertamina (Persero).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha