"Tapi kalau kita tidak berani loncat ya sudah, kita ditinggal. Sekali lagi dengan globalisasi dan teknologi."
Jokowi Pertemuan Tahunan BI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016 di Jakarta Convention Center, Selasa (22 November 2016). Kris | Biro Pers Sekretariat Kepresidenan

Presiden Joko Widodo menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga di antara negara-negara G20. G20 adalah kelompok 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Pernyataan itu seakan menjawab tuduhan bahwa Jokowi sembarangan mengklaim Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia.

Presiden menjelaskan hal tersebut ketika berpidato membuka Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta, Kamis (4/5). "Pertumbuhan ekonomi kita baik seperti yang disampaikan Pak Menko Maritim (Luhut Pandjaitan), nomor 3 di antara negara G20," kata Jokowi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Namun, Presiden menambahkan, persaingan saat ini bukan antara negara besar dan kecil namun antara negara yang cepat melakukan perubahan dan lambat berubah. Persaingan ini semakin ketat karena teknologi yang semakin maju.

Karena itu, Indonesia harus terus memperbaiki diri agar tidak kalah dengan negara lain. "Tapi kalau kita tidak berani loncat ya sudah, kita ditinggal. Sekali lagi dengan globalisasi dan teknologi," kata Jokowi.

Sebelumnya, Presiden dikritik seorang kolumnis asing, Jake Van Der Kamp, dalam kolom bisnis South China Morning Post (SCMP), Selasa lalu (2/5). Menurut dia, data yang digunakan Jokowi palsu saat menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia terbesar ketiga di dunia dalam acara Forum Bisnis Indonesia-Hong Kong. Sebab, berdasarkan datanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di peringkat ke-13, bukan ke-3.

Pemerintah melalui Istana Kepresidenan dan Kementerian Keuangan langsung mengklarifikasi pernyataan Presiden. Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyatakan, Jokowi tidak menjadikan dunia sebagai acuan saat menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini terbesar ketiga, melainkan di antara negara-negara G-20. 

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa investasi harus tumbuh minimal 8 persen agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,1 persen pada tahun depan. Investasi diharapkan datang dari berbagai sumber. Namun, yang paling diharapkan adalah dari sektor swasta, baik dalam maupun luar negeri.

Sedangkan investasi lainnya dapat datang dari belanja modal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta pasar modal. "Tadi ditekankan Presiden bahwa skenario pertumbuhan apapun perlu investasi lebih besar," kata Sri Mulyani beberapa hari lalu.

Artikel Terkait
Sungai Citarum merupakan sumber air bagi 27,5 juta penduduk Jawa Barat dan DKI Jakarta. Bahkan 80 persen pasokan air DKI berasal dari sungai ini.
Bahkan saat menyantap makan siang bersama, Jokowi sempat mencari Uu sesampainya di meja makan. "Ini pak Bupati saya cariin," ujarnya
Nelayan minta diizinkan menggunakan cantrang selama dilakukan uji petik untuk mengetahui bahaya dari penggunaan alat tersebut.