Evaluasi Mudik, Pemerintah Akan Tambah Rest Area di Jalan Tol

Penulis: Michael Reily

Editor: Safrezi Fitra

4/7/2017, 10.45 WIB

"Justru ini menjadi peluang bisnis bagi pengelola jalan tol," kata Menteri Perhubungan Budi Karya

Mudik Cipali
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Sejumlah kendaraan pemudik memadati tol Cipali-Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (21/6).

Bercermin dari kondisi arus mudik dan arus balik Lebaran 2017, pemerintah merencanakan pembangunan sarana dan prasarana untuk tahun depan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal menyiapkan beberapa tempat peristirahatan tambahan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sepanjang musim mudik, penggunaan tempat peristirahatan (rest area) semakin tinggi. Banyak pemudik yang memanfaatkan rest area di tol untuk melepas lelah sejenak dalam perjalanannya. (Lihat: Hajatan Tahunan, Kemacetan di Jalur Mudik)

Karena kebutuhannya yang cukup tinggi, pemerintah merasa perlu menambah jumlah rest area sepanjang tol jalur mudik. "Justru ini menjadi peluang bisnis bagi pengelola jalan tol," kata Budi di Kantor Kemenhub, Senin, (3/7).

Menurutnya hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan rest area adalah pintu masuk yang lebar, sehingga bisa mencegah terjadinya kemacetan. Dia mencontohkan pintu tol Cikarang Utama sebanyak 31 gate, yang mampu menguraikan kemacetan.

(Baca: Tol Fungsional Jakarta - Semarang Ditargetkan Beroperasi 2018)

Sejalan dengan target penyelesaian tol dari Jakarta hingga Semarang tahun depan, Budi mengusulkan untuk memperbanyak rest area dengan menonjolkan kearifan lokal. Dia mengaku telah menghubungi pihak Jasa Marga untuk membuat desain tempat peristirahatan yang menarik.

"Mereka bisa membuat cluster. Kalau di Brebes, cluster telur asin. Di Pamulang, cluster batik. Cluster Cirebon namanya empal gentong," ujarnya.

Selain itu, Budi juga menjelaskan tingkat kecelakaan pada musim mudik tahun ini kebanyakan terjadi di darat. Namun, angkanya menurun dibanding tahun lalu. Kecelakaan lalu lintas itu juga biasanya berlangsung di jalan daerah tingkat dua, bukan di jalan nasional.

"Angka kecelakaan turun banyak maksimal enggak sampe 60 persen dibanding tahun lalu," kata dia. (Baca: Daya Beli Pemudik Dongkrak Penumpang Pesawat Naik 10%)

Pemerintah akan terus berupaya untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalur darat, salah satunya dengan mengurangi ketergantungan pemudik terhadap kendaraan pribadi.

Kemenhub akan meningkatkan performa moda angkutan lainnya, terutama pesawat dan kereta api. Namun, pihak Kemenhub bakal mengurangi penggunaan bis yang tidak laik jalan serta motor untuk mencegah bahaya.

(Baca: Mudik Lebaran, Kemenhub: Jumlah Penumpang Pesawat Tembus 3,5 Juta)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan