Mudik Lebaran 2017, 74% Kecelakaan Menimpa Pengguna Motor

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

7/7/2017, 10.24 WIB

Pemerintah akan berupaya membatasi penggunaan sepeda motor pada pelaksanaan mudik di tahun-tahun mendatang.

Geliat Mudik
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pemudik sepeda motor menunggu "Roll on-Roll off" (RoRo) untuk menyeberangi Selat Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (23/6).

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa menyatakan, ada 3.168 kecelakaan yang melibatkan 5.860 kendaraan pada pelaksanaan mudik 2017. Dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut, 4.346 di antaranya adalah sepeda motor.

Data Kementerian Perhubungan, jumlah sepeda motor pada arus mudik 2017 ini mencapai 6.391.784 unit. Angka itu tumbuh 33,5 persen dibandingkan tahun lalu. “Jadi 74 persen dari total kecelakaan itu dialami oleh pengendara sepeda motor,” kata Royke dalam evaluasi mudik di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (6/7).

Kecelakaan tersebut tercatat menewaskan 742 orang. Meski angka itu terendah sejak tahun 2013, namun pemerintah ingin terus menekannya. Caranya, adalah dengan membatasi pemudik yang menggunakan sepeda motor.

(Baca juga:  Tak Diminati Penumpang, Transportasi Laut Difokuskan Untuk Barang)

"Memang perlu dibatasi ruang geraknya, tapi tidak bisa langsung dilakukan 2018 karena kami perlu memperbaiki moda transportasi lainnya dulu," ujar Royke.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk mengurangi jumlah pemudik motor, pemerintah akan melanjutkan program mudik gratis. Dirinya juga membuka kemungkinan bekerjasama dengan pihak swasta untuk mengurangi motor yang melintas pada arus mudik.

"Dari sini mudik gratis, mungkin bisa saja kami kerjasama dengan Astra untuk menyediakan penyewaan motor (di kota tujuan mudik)," kata Budi.

(Baca juga: Evaluasi Mudik, Pemerintah Akan Tambah Rest Area di Jalan Tol)

Langkah lain yang diambil adalah dengan memperbaiki sejumlah moda transportasi agar masyarakat mau berpindah ke angkutan yang lebih efisien. Untuk moda pesawat, dirinya akan membuat hub di kota selain Jakarta dan Surabaya.

Sedangkan untuk moda kereta api, Kementerian Perhubungan akan memperbaiki sistem persinyalan agar jumlah perjalanan kereta dapat ditambah. "Kalau moda pesawat kami perbaiki bisa naik jumlahnya 10 persen. Sedangkan untuk kereta apabila sinyal diperbaiki, penumpangnya bisa bertambah 40 persen," kata Budi.

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha