Bertemu Jokowi, Petinggi dan Kyai NU Bahas "Full Day School"

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Yura Syahrul

11/7/2017, 16.52 WIB

Ini bukan bentuk perlawanan terhadap Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) yang kebetulan berlatar belakang Muhammadiyah. "Jadi kalau Mendiknas-nya (dari) NU akan saya lawan juga," kata Said.

said agil
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menyampaikan pidato kebudayaan saat Harlah ke-91 Nahdlatul Ulama di Jakarta, Selasa (31/1).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan kyai pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/7). Beberapa di antara tokoh tersebut adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj serta Rois Aam PBNU sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

Usai bertemu Jokowi, Said Aqil mengungkapkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan pesan dari para kyai pesantren yang menolak pemberlakuan sistem sekolah seharian alias full day school. Alasannya, program tersebut akan menggusur 76 ribu madrasah milik NU.

Said juga mengatakan beberapa hari lalu telah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menyampaikan pesan yang sama. "Guru-gurunya swadaya dari masyarakat dengan honor Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu (per bulan)," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7).

Menurut dia, kalau penerapan "full day school "hanya untuk pembentukan karakter maka sebenarnya madrasah justru turut membentuk karakter siswa. Sedangkan jika kebijakan itu bertujuan untuk menikmati hari libur yang lebih lama maka hal tersebut dirasakan relevan bagi siswa yang memiliki kemampuan finansial saja.

Karena itu,  Said meminta kebijakan tersebut tidak diformalkan. "Malah tanpa madrasah (siswa) akan (menjadi) radikal," katanya.

Di sisi lain, Said membantah penolakan NU terhadap "full day school" ini merupakan bentuk perlawanan terhadap Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) yang kebetulan berlatar belakang Muhammadiyah. "Jadi kalau Mendiknas-nya (dari) NU akan saya lawan juga," katanya.

Selain bertemu pengurus NU, Jokowi juga bertemu dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad. Adapun pertemuan dengan Muliaman untuk melaporkan perkembangan industri keuangan dan berpamitan karena masa jabatannya berakhir bulan ini dan digantikan oleh Wimboh Santoso.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha