Perseroan membutuhkan modal kerja untuk pekerjaan konstruksi bangunan sipil, gedung, dan EPC (Engineering, Procurement, and Construction). Selain itu, untuk memodali dua anak usahanya.
Tol Salatiga Bawen
Petugas mengecek kesiapan Tol Bawen-Salatiga di Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (8/6). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Perusahaan pelat merah di bidang konstruksi PT Waskita Karya (Persero) menerbitkan surat utang alias obligasi sebesar Rp 3 triliun. Penerbitan obligasi tersebut merupakan tahap pertama dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target dana Rp 10 triliun.

Direktur Keuangan Waskita Tunggul Rajagukguk menjelaskan target dana PUB yang sebesar Rp 10 triliun bakal digunakan untuk memperkuat modal kerja dan mengembangkan anak usaha. "Sebesar 80% akan digunakan untuk modal kerja dan 20% akan digunakan untuk investasi anak perusahaan dalam bentuk setoran modal," kata Tunggul di Jakarta, Rabu (6/9). 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Ia menjelaskan, perseroan membutuhkan tambahan modal kerja untuk pekerjaan konstruksi bangunan sipil, gedung, dan EPC (Engineering, Procurement, and Construction). Bentuknya adalah pembelian bahan konstruksi, biaya peralatan, biaya subkontraktor, dan upah tenaga kerja. (Baca juga: Cari Dana Segar, Waskita Karya Lego 17 Ruas Tol Miliknya)

Di sisi lain, perseroan membutuhkan dana untuk menyuntikkan modal kepada dua anak anak usahanya. Rencananya, perusahaan bakal menggelontorkan Rp 1,4 triliun untuk Waskita Toll Road dan Rp 600 miliar untuk Waskita Realty.

Tunggul pun optimistis dana segar hasil penerbitan obligasi bisa mendorong kinerja bisnis semakin cemerlang. “Pada semester I lalu, Waskita meraup laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun atau tumbuh 145% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata dia.

Pertumbuhan tinggi laba seiring meningkatnya pendapatan usaha pada enam bulan pertama tahun ini. Pendapatan mencapai Rp 15,5 triliun atau tumbuh 92,4% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

Menurut Tunggul, kinerja bisnis Waskita di antaranya didukung oleh proyek jalan tol yang sedang ditangani, yaitu Bekasi - Cawang, Pejagan - Pemalang, Solo - Ngawi, dan Ngawi - Kertosono. (Baca juga: Pemerintah Tawari Swasta Aneka Pendanaan Kreatif Proyek Infrastruktur)

Adapun untuk penerbitan obligasi kali ini, perseroan menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indopremier Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi, dan Wali Amanat oleh PT Bank Mega Tbk.

Perseroan menawarkan dua seri obligasi yakni, Obligasi Seri A berjangka waktu 3 tahun dengan bunga di kisaran 8,0-8,75% per tahun dan Obligasi Seri B dengan jangka waktu 5 tahun dengan bunga dikisaran 8,5-9,25% per tahun. obligasi yang ditawarkan tersebut telah memperoleh pemeringkatan A-(idn) (Single A Minus) dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Rencananya, masa Penawaran awal (book building) obligasi akan berlangsung pada 6-19 September 2017, sedangkan perkiraan masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 2-3 Oktober 2017, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 9 Oktober 2017.

Artikel Terkait
OJK juga akan meluncurkan aturan mengenai penerbitan obligasi daerah (municipal bond)
"Itu untuk support capex pembangunan jalan tol dan modal konstruksinya," ujar Tunggul
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun Tol Jakarta – Cikampek II Elevated.