Anak Usaha Toba Sejahtera Penuhi Pembiayaan Ekspansi PLTGU Senipah

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

9/10/2017, 14.30 WIB

"Ini merupakan langkah awal dimulainya proses konstruksi ekspansi PLTGU Senipah dari 82 MW menjadi 117 MW," kata Juli.

Listrik
Katadata | Arief Kamaludin

Anak usaha PT Toba Sejahtera, PT Kartanegara Energi Perkasa (KEP) telah menyelesaikan pemenuhan pembiayaan (financial close) untuk ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Senipah di Kabupaten Kutai Kartanegara. Nilainya mencapai US$ 66 juta atau Rp 891 miliar.

Direktur Keuangan KEP Juli Oktarina mengatakan pendanaan proyek ini berasal dari PT Bank Negara Indonesia (Persero)/BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)/BRI. "Ini merupakan langkah awal dimulainya proses konstruksi ekspansi PLTGU Senipah dari 82 MW menjadi 117 MW," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/10).

Proyek pembangkit yang akan dibangun ini merupakan kelanjutan dari tahap satu. Sebelumnya perusahaan sudah berhasil membangun pembangkit tahap satu dan beroperasi 2015 lalu. Perusahaan harus mengeluarkan dana US$ 145 juta.

Proyek ini merupakan bagian dari mendukung proyek pemerintah 35 ribu MW. Ekpasnsi proyek ini juga bertujuan untuk memenuhi proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara yang mencapai 10% per tahun.

Pembangkit ekspansi tahap II ditargetkan bisa beroperasi pada September 2019 mendatang. Proses konstruksi proyek ekspansi akan dimulai awal tahun depan.  PT RCR Asia dan PT Truba Jaya Engineering telah ditunjuk menjadi kontraktor rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement and Construction/EPC).

Bakar bakar gas untuk pembangkit ekspansi ini nantinya tidak lagi memerlukan gas. "Jadi untuk pembangkit II menggunakan uap panas dari Pembangkit I," kata salah satu  Direktur KEP Renzi Renditya, di tempat yang sama. 

Adapun pasokan gas untuk pembangkit I berasal dari Blok Mahakam. Gas itu dialirkan melalui pipa dari Blok Mahakam ke PLTGU Senipah sepanjang 5 kilometer (km).  Adapun gas yang diserap oleh KEP sebesar 20 mmbtu. Harga jualnya sebesar US$ 4 per mmbtu hingga ke pintu Pembangkit (plant gate)

Namun, kontrak jual beli gas dari blok tersebut akan habis pada akhir tahun 2017. Ini seiring dengan berakhirnya kontrak Total E&P Indonesie di Blok Mahakam. Saat ini KEP tengah membahas kelanjutan kontrak proyek gas tersebut dengan Pertamina selaku operator baru di blok tersebut. 

Sementara itu, kontrak jual beli listrik dari PLTGU Senipah akan berlaku selama 25 tahun sejak beroperasinya pembangkit tahap I, yakni 2015 lalu. Listrik yang dihasilkan dari PLTGU Senipah baik tahap I atau II ini dijual ke PLN dengan harga US$ 8 per kWh.

Pembangkit tahap I sudah menyalurkan Iistrik kepada PLN di wilayah Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan, Samarinda, dan Tenggarong. Listrik ini dialirkan melalui sistem jaringan transmisi Mahakam.

Di sisi lain, KEP merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh  PT Toba Sejahtera (Perseroan).  Toba Sejahtera ini didirikan pada 2004 lalu oleh Luhut Binsar Pandjaitan yang kini menjabat,  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha