Masyarakat Kabupaten Sambas Akhirnya Nikmati BBM Satu Harga

Penulis: Arnold Sirait

16/10/2017, 09.34 WIB

Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Sambas harus mengeluarkan dana sekitar Rp 7.500 sampai Rp 9.000 per liter Liter untuk mendapatkan BBM.

SPBU Sambas
BPH Migas

Pemerintah terus mewujudkan program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di beberapa wilayah. Kali ini Kabupaten Sambas menjadi titik ke-26 yang bisa menikmati harga BBM sesuai yang ditetapkan pemerintah.

Realisasi BBM Satu Harga ini seiring dengan peresmian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Modular di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Bara. Peresmian dilakukan Minggu (15/10).

Adapun peresmian itu dihadiri beberapa pemangku kepentingan. Di antaranya adalah Komite BPH Migas M. Ibnu Fajar bersama Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Harya Adityawarman, General Manager MOR VI PT Pertamina (Persero) Yanuar Budi Hartanto, Bupati Sambas H. Atbah Romin Suhaili, anggota Komisi VII DPR RI Katherine Angela Oendoen.

Menurut Ibnu Fajar, dengan adanya SPBU Modular Paloh ini masyarakat tidak perlu menempuh jarak 20 kilometer (km) dan harus menyeberang sungai menggunakan feri 400 meter untuk membeli BBM. “SPBU Modular Paloh akan mempermudah masyarakat sekitar untuk mendapatkan BBM,” kata dia berdasarkan keterangan resminya dikutip Senin (16/10).

Selain itu, masyarakat Sambas juga memperoleh harga yang sama seperti daerah lain, yakni Premium Rp 6.450 per liter dan Rp 5.150 per liter untuk Solar. Sebelumnya, mereka harus mengeluarkan dana sekitar Rp 7.500 sampai Rp 9.000 per liter Liter untuk mendapatkan BBM.

BBM Satu Harga ini merupakan program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Tujuannya agar harga BBM yang sama dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Untuk menindaklanjuti arahan Presiden itu, Kementerian ESDM juga telah menetapkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan Secara Nasional. Aturan ini mengamanatkan agar Badan Usaha yang menyalurkan BBM bersubsidi segera mendirikan penyalur di lokasi-lokasi yang belum terdapat Penyalur Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan.

Mengacu peta jalan program BBM satu harga, tahun ini target pengoperasian lembaga penyalur BBM satu harga sebanyak 54 titik, lalu menyusul di tahun 2018 sebanyak 50 titik, dan 46 titik pada 2019. Dengan demikian total lembaga penyalur BBM hingga 2019 mencapai 150 titik. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan