Susul Ramayana, Matahari dan 7-Eleven, MAP Tutup Gerai Lotus

Penulis: Pingit Aria

24/10/2017, 10.55 WIB

Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) mengakui bahwa secara umum kondisi bisnisnya melemah.

Sale
Arief Kamaludin|KATADATA
Lotus Departemen Store akan menutup seluruh gerainya di Indonesia pada akhir bulan ini. Sebelum tutup, Lotus mengadakan sale besar-besaran untuk berbagai produk yang dijualnya.

Lotus Departement Store akan menutup tiga gerai terakhirnya di Thamrin, Cibubur, dan Bekasi pada akhir bulan ini. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) yang membawahi Lotus melalui PT Panen Lestari Internusa pun angkat bicara.

Director Corporate Communication MAP Fetty Kwartati menjelaskan, penutupan gerai Lotus dilakukan dengan tujuan restrukturisasi divisi department store perusahaan secara konsolidasian. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kinerja dari seluruh department store  MAP.

"Betul tiga gerai Lotus akan tutup. Perusahaan melakukan restrukturisasi untuk meningkatkan overall kinerja department store," kata Fetty, Selasa (24/10).

Meski menutup gerai, MAP juga menargetkan membuka 200 gerai baru hingga akhir tahun ini. Secara keseluruhan, bisnis food and beverage department store, specialty store, dan fesyen memberikan kontribusi sebesar 85% bagi MAP.

Untuk segmen restoran, perusahaan akan menargetkan membuka 60 gerai baru, diantaranya Starbucks, Pizza Express, Krispy Kreme, dan Cold Stone. Sementara itu, untuk fesyen, manajemen bakal menambah gerai dengan brand Inditex yang terdiri dari Zara, Pull & Bear, dan Bershka.

Grafik: Penjualan 9 Emiten Retail Triwulan I dan Triwulan II 2017
Penjualan 9 Emiten Retail Triwulan I dan Triwulan II 2017

Penutupan gerai Lotus seolah melanjutkan tren penurunan bisnis retail. Sebelumnya, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk menutup delapan supermarket pada 28 Agustus 2017. Begitu juga Matahari yang menutup gerainya di Pasaraya Blok M dan Manggarai. Sebelum itu, PT Modern Sevel Indonesia juga menutup seluruh gerai 7-Eleven pada akhir Juni 2017 lalu.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta menyatakan, kondisi usaha retail memang tengah melemah. Kalaupun belum tutup, beberapa perusahaan disebutnya tengah melakukan efisiensi, meski ada juga yang tetap berekspansi.

"Secara umum (bisnis retail) melemah, banyak yang efisiensi. Tapi kalau bagus lokasinya dan dia bisa buat format yang cukup baik akan tetap ekspansi," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menolak berkomentar soal penutupan gerai Lotus oleh MAP ini. “Sebetulnya saya belum lihat, jadi saya belum tahu. Nanti saya cek dulu ya,” ujarnya di sela sebuah diskusi di Hotel Le Meridien, Jakarta, pagi tadi.

Reporter: Miftah Ardhian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan