Pertamina Buktikan Layak Jadi Operator Blok Sanga-Sanga Lewat Kerja

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

25/10/2017, 19.32 WIB

"Contoh riil saja di Blok Mahakam. Saat ini kami sudah melakukan masa transisi dengan baik dan investasi berjalan dengan baik," kata Syamsu.

Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Pertamina (Persero) siap membuktikan kepada pemerintah layak menjadi operator Blok Sanga-sanga lewat beberapa program kerjanya. Ini karena selain Pertamina, operator lama di blok tersebut, yakni VICO Indonesia juga tertarik.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan semua keputusan mengenai Blok Sanga-sanga, termasuk operator, memang kewenangan pemerintah. “Kami tunggu saja sampai semuanya menjadi jelas," kata dia kepada Katadata, Rabu (25/10).

Namun Pertamina sudah mengirimkan proposal kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengambil alih Blok Sanga-Sanga. Hanya, perusahaan pelat merah itu masih menunggu panggilan kementerian untuk membahas proposal tersebut.

Pertamina juga akan membuktikan kepada pemerintah kalau mereka mampu mengelola Sanga-Sanga. Salah satunya dengan beberapa program kerja yang akan dilakukan ketika menjadi operator blok tersebut.

Sayangnya Syamsu belum mau merinci program kerja tersebut. "Contoh riil saja di Blok Mahakam. Saat ini kami sudah melakukan masa transisi dengan baik dan investasi berjalan dengan baik. Kami membuktikan dengan kerja saja," ujar dia.

Tahun 2016 lalu, saat masih menjabat Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto pernah mengatakan kalau perusahaan energi ini akan melakukan infill drilling sekitar 30 hingga 50 sumur per tahun jika mendapatkan hak kelola di Blok Sanga-Sanga. Infill drilling adalah pengeboran sumur di lapangan yang produksinya masih berada di bawah laju produksi yang efisien dari sisa cadangan yang ada. 

(Baca: Pertamina Akan Bor 50 Sumur Sisipan di Blok Sanga-Sanga)

Selain itu jika Pertamina menjadi operator di Blok Sanga-Sanga, Dwi akan mengintegrasikan blok ini dengan Pertamina EP dan Mahakam. Nantinya melakukan interkoneksi jaringan listrik dan fasilitas produksi di blok tersebut dan Blok Mahakam. 

Pertamina juga akan mengintegrasikan personel dan kontrak-kontrak yang ada di Sanga-Sanga. Sehingga ada potensi pengurang biaya personel di blok tersebut.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Tunggal sebelumnya mengatakan meski  ada surat penugasan dari pemerintah terkait Blok Sanga-Sanga, Pertamina belum tentu menjadi operator di Blok Sanga-Sanga. “Belum tentu,” kata dia di Jakarta, Senin (23/10).

Penentuan operator Blok Sanga-Sanga masih harus dievaluasi sesuai dengan rencana kerja dari kontraktor. Sampai saat ini Kementerian ESDM masih mengevaluasi rencana kerja dari dua kontraktor migas yang tertarik mengelola blok itu setelah kontrak berakhir, yakni Pertamina dan VICO Indonesia.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan