Izinkan VIVO Jual RON 88, Pemerintah Dianggap Buka Ruang Pemburu Rente

Penulis: Arnold Sirait

26/10/2017, 10.15 WIB

Kalau ini dibiarkan maka akan sangat merugikan Pertamina dan hanya memberikan rente ekonomi ke segelintir pemain.

VIVO
Anggita Amalia|KATADATA
SPBU Vivo di Jakarta.

PT Pertamina (Persero) mengkritik sikap pemerintah yang mengizinkan PT Vivo Energy Indonesia menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) berkadar oktan 88. Bahkan sikap pemerintah ini dianggap memberikan peluang munculnya pemburu rente.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan perusahaan tidak mempermasalahkan dan terbuka dengan adanya persaingan bisnis di hilir migas terutama Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Bahkan beberapa kali, perusahaan pelat merah ini telah memenangkan persaingan dengan mengakuisisi SPBU lain.

Namun, menurut Adiatma, persaingan di bisnis SPBU ini harus adil. Dalam hal ini pemerintah harus memberikan kebijakan yang sama kepada semua pelaku usaha, termasuk PT Vivo Energy Indonesia yang memiliki SPBU dengan merek VIVO.

Atas dasar itu, Adiatma mempertanyakan sikap pemerintah yang mengizinkan VIVO menjual bakar berkadar oktan 88 atau setara dengan Premium yang dijual Pertamina. “Masalahnya adalah mengapa sekarang diizinkan pesaing menjual Premium 88 di tempat “gemuk” tanpa ada treat off seimbang untuk juga melayani Non Jawa, Madura dan Bali,” kata dia kepada Katadata, Kamis (26/10).

Selain itu, Pertamina juga mempertanyakan kejelasan sikap pemerintah mengenai keberadaan BBM berkadar oktan 88 itu. Apalagi BBM jenis itu sudah menjadi target bersama dengan pemerintah atau dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk dihapus, karena isu kebutuhan mesin otomotif dan isu baku mutu lingkungan.

Dengan dasar itu, Pertamina sangat menolak kebijakan pemerintah itu. “Kalau ini dibiarkan maka akan sangat merugikan Pertamina -beban distribusi Premium 88 yang merugi- dan hanya memberikan rente ekonomi ke segelintir pemain Izin Niaga Umum. Pertamina jelas menolak unfairness,” ujar Adiatma.

Sebagaimana diketahui SPBU VIVO akan diresmikan hari ini, Kamis (26/10). Menurut undangan yang diperoleh Katadata, peresmian ini akan dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. 

Corporate Communication PT Vivo Energy Indonesia Maldi Al-Jufrie sebelumnya mengatakan SPBU yang ada di Cilangkap, Jakarta Timur akan menjual tiga jenis BBM yakni Revvo 88, Revvo 90 dan Revvo 92. Revvo 88 ini merupakan bahan bakar dengan kadar oktan 88. Kadar oktan ini sama dengan Premium. (Baca: Saingi Pertamina, SPBU Vivo Jual BBM Setara Premium dan Pertalite)

Sedangkan Revvo 90 memiliki kadar oktan 90 setara dengan Pertalite yang dijual Pertamina. Adapun Revvo 92 memiliki kadar oktan 92 setara Pertamax. “Sementara baru itu yang dijual,” kata Maldi kepada Katadata, Selasa (24/10).

Harga yang dijual SPBU VIVO ini juga tidak berbeda jauh dengan PT Pertamina (Persero). Untuk Revvo 88, VIVO mematok harga Rp 6.550 per liter. Angka ini lebih mahal dari Premium yang dijual di luar Jawa, Madura, Bali (Jamali). Ini karena Premium di luar Jamali merupakan penugasan dari pemerintah. Namun, harga itu sama dengan yang di Jamali.

Adapun, untuk Revvo 90 dijual dengan harga Rp 7.500 per liter. Harga ini tidak jauh dengan harga Pertalite yang djual Pertamina. Sementara Revvo 92juga sama dengan harga perusahaan pelat merah itu yakni Rp 8.250 per liter.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan