Lifting Migas Terancam Tak Bisa Capai Target

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

27/10/2017, 19.27 WIB

"Kami harapkan lifting hingga akhir tahun bisa 99% dari keseluruhan target," kata Amien.

migas
Katadata

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pesimistis produksi siap jual (lifting) tahun ini bakal tercapai. Penyebabnya adalah beberapa kendala teknis yang dihadapi kontraktor migas.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan jadwal operasional kapal yang mengangkut migas ini menjadi salah satu penyebab lifting tak tercapai. "Kami harapkan lifting hingga akhir tahun bisa 99% dari keseluruhan target," kata dia di Jakarta, Jumat (27/10).

Adapun capaian lifting sejak awal tahun hingga akhir September 2017 baru mencapai 1.934 ribu barel setara minyak per hari (bsmph). Angka itu hanya 98% dari target pada APBN-P tahun ini sebesar 1.965 ribu (bsmph).

Dari capaian itu, jika dirinci lifting minyaknya sebesar 797.000 barel per hari (bph), atau 98 % dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017. Sedangkan lifting gas sebesar 6.397 juta kaki kubik per hari (mmscfd) atau sekitar 99% dari target APBNP 2017.

Mengacu data SKK Migas, sejak 2005 hingga 2015 realisasi lifting minyak tidak pernah mencapai target. Tahun 2003, capaian lifting minyak hanya mencapai 952.000 bph, padahal target APBN-P tahun itu 1 juta bph. Begitu juga tahun 2008 yang hanya 871.000 bph, masih di bawah target 927.000 bph. Sedangkan tahun 2015, lifting minyak hanya sebesar 777.560 bph, dari target 825.000 bph.

Namun,tahun lalu lifting minyak berhasil melampaui target 200 ribu bph, dari  820.000 bph. Sedangkan lifting gas mencapai 1.181 bsmph atau 2% lebih tinggi dari target sebesar 1.150 mboepd.

Di sisi lain produksi minyak sejak awal tahun hingga 22 Oktober lalu mencapai 789.000 bph atau lebih rendah dari target APBNP 2017. Sementara gas mencapai 7.681 mmscfd, lebih tinggi dari target APBNP 2017.

Meski produksi masih rendah, tapi Amien mengklaim telah berhasil menahan laju penurunan. Sepanjang sembilan bulan terakhir, rata-rata penurunan produksi minyak bumi nasional sebesar 3%, angka ini telah mencapai target. "Target kami rata-rata decline rate itu di bawah 5%, ini tercapai," kata dia.

(Baca: Lifting Minyak dan Gas Bumi Semester I 2017 Turun)

Sementara itu peningkatan cadangan migas (Reserve Replacement Ratio/RRR)  selama sembilan bulan terakhir telah mencapai 50,90%. Angka ini masih di bawah target tahun ini yang mencapai 60%.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan