Ingatkan Bawahan, Sri Mulyani: Jangan Sembrono Kejar Penerimaan Negara

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Martha Ruth Thertina

30/10/2017, 13.03 WIB

"Jangan bekerja sembrono dan menyulitkan rakyat dan dunia usaha. Tetap santun dan melayani dengan tulus serta penuh pengabdian."

Sri Mulyani
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah memiliki tantangan berat mengejar target penerimaan negara yang mencapai Rp 1.736,1 triliun tahun ini. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar jajarannya tidak sembrono untuk mencapai target.

"Jangan bekerja sembrono dan menyulitkan rakyat dan dunia usaha. Tetap santun dan melayani dengan tulus serta penuh pengabdian," kata dia saat memberikan arahan di kantornya, Jakarta, Senin (30/10). Dengan begitu, momentum pemulihan ekonomi tetap dapat terjaga.

Ia berharap jajarannya bekerja secara profesional dan teliti sehingga penerimaan negara dapat tercapai. Hingga akhir September lalu, penerimaan negara tercatat baru mencapai 60,6% dari target. (Baca juga: Diprotes Pengusaha, Dirjen Pajak: Kami Cari Penerimaan Tidak Ngawur)

Dia juga meminta agar jajarannya terus memperbaiki layanan dan dan berinovasi dalam hal kebijakan untuk mendorong perekonomian semakin meningkat, merata, dan mampu menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi kemiskinan.

Sebelumnya, langkah penegakan hukum Direktorat Jenderal Pajak diprotes pengusaha. Pangkal soalnya, penerbitan bukti permulaan secara masif dalam beberapa bulan terakhir guna mengejar penerimaan pajak. 

Menanggapi protes tersebut, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menilai tidak ada yang salah dengan langkah yang diambil institusinya. "Bukti permulaan yang kami lakukan itu law enforencement (penegakan hukum) yang biasa, karena yang kami periksa adalah yang menerbitkan faktur fiktif,” kata dia. (Baca juga: Penerimaan Baru 60%, Ditjen Pajak Sandera Penunggak Pajak Tiap Hari)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha