Bappenas Dorong Pembangunan Kota yang Ramah bagi Disabilitas

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Safrezi Fitra

31/10/2017, 19.21 WIB

"Kami harus memastikan orang-orang yang menyandang disabilitas dilatih dan disiapkan untuk bisa mengantisipasi kondisi bencana," ujar Bambang

bappenas
KATADATA
bappenas

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menginstruksikan pembangunan seluruh kota harus sesuai dengan program Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya adalah kota layak huni (liveable city) untuk semua masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meminta pemerintah kota seluruh Indonesia berdiskusi untuk menyusun indeks kota yang ramah terhadap penyandang disabilitas untuk kehidupan yang inklusif. Apalagi, kota-kota di Indonesia termasuk yang rawan terhadap bencana seperti banjir, longsor, gempa bumi, dan letusan gunung berapi.

"Kami harus memastikan orang-orang yang menyandang disabilitas dilatih dan disiapkan untuk bisa mengantisipasi kondisi bencana," ujar Bambang di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (31/10).

Untuk meningkatkan inklusi dalam konteks urban competitiveness (daya saing perkotaan), diperlukan pengembangan kota seperti smart city. Kota pintar atau smart city ini bukan hanya terkait dengan pengembangan dari sisi teknologi informasi (IT), melainkan juga infrastructur pintar lainnya (smart infrastructure). 

Smart infrastructure ini erat kaitannya dengan transportasi publik. Bambang mencontohkan bus-bus kota yang ada, hendaknya menyediakan akses untuk orang berkursi roda. Perlu adanya landasan untuk pengguna kursi roda dan ditempatkan dalam posisi khusus penyandang disabilitas.

Selain itu, bangunan-bangunan yang berdiri di perkotaan juga memiliki akses yang memudahkan penyandang disabilitas. Menurut Bambang, setiap bangunan yang memiliki lebih dari satu lantai harus menyediakan lift atau elevator. Memang hal ini harus dilakukan perlahan, tetapi paling tidak kantor-kantor pemerintahan atau pelayanan masyarakat menjadi pionir dalam melakukan hal ini.

"Kami akan terus memonitor sudah seprogresif apa (kota ramah disabilitas tersebut)," ujar Bambang.

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany Wardana mengatakan tengah berupaya untuk menjadikan kota yang layak dihuni oleh siapapun, termasuk disabilitas di wilayahnya. Saat ini, sedang ada pembahasan yang dilakukan untuk menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) bangunan di Tangerang Selatan.

"Jadi, pemerintah dan swasta kalau mau membangun bangunan itu harus ramah disabilitas," ujar Airin. 

Sementara Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan liveable city ini memang bukan hanya untuk penyandang disabilitas, tetapi juga perempuan, anak-anak, dan penduduk lanjut usia (lansia). Dalam diskusi yang dilakukan, pemerintah kota masing-masing akan menceritakan liveable city versinya masing-masing.

"Maka kami akan pelajari bersama untuk membuat model kota inklusi yang akan diterapkan bersama-sama," ujarnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan