BPS: 84,85% Jemaah Puas dengan Penyelenggaraan Haji 2017

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

1/11/2017, 13.50 WIB

Masih ada jemaah haji yang tidak puas dengan layanan bus dan katering di Arafah dan Mina.

Manasik Haji
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kepuasan penyelenggaraan ibadah Haji pada tahun ini meningkat 1,02 poin ketimbang tahun lalu. Pada tahun ini tercatat Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia mencapai 84,85%.

Survey ini berasal dari 18.500 responden jemaah haji dan dilakukan dalam dua gelombang saat pelaksanaan ibadah haji 2017. Ada 10 indikator pelaksanaan haji yang dinilai mulai dari bus antar kota, bus sholawat, ibadah, petugas, hotel, katering non Armina (Arafah dan Mina), katering Armina, bus Armina, serta aspek lainnya.

Kepala BPS Suhartanto mengatakan, naiknya kepuasan jemaah haji ini lantaran beberapa hal di antaranya kualitas bus antar kota yang kepuasannya mencapai 88,23%. Lalu tercatat jemaah haji juga puas akan bus sholawat dengan persentase 87,22%.

"Kalau bus antar kota menurut responden tampilan fisiknya bagus dan ketersediaan armada juga bagus," kata Suharyanto saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (1/11).

Suharyanto melanjutkan, kepuasan juga terjadi pada aspek petugas haji yang naik 2 poin dan ditunjang oleh kesopanan dan kerapihan petugas. Catatan positif juga terjadi pada pelayanan ibadah yang naik 1,28 poin dan hotel yang naik 1,52 poin.

Grafik: Kuota Haji Indonesia 2010-2017
Kuota Haji Indonesia 2010-2017

"Pelayanan hotel yang menjadi catatan positif karena pelayanan petugas dalam menyambut dan melepas di pemondokan atau tenda," kata Suharyanto.

Meskipun demikian, dirinya juga mencatat ada juga indeks yang mencatat penurunan seperti katering Armina yang turun 0,19 poin, bus Armina turun 1,76 poin, serta tenda yakni 1,75 poin. Ketidakpuasan terhadap bus Armina lantaran ketepatan waktu bus pengangkut jemaah haji.

"Sedangkan untuk tenda ini karena kesesuaian kapasitas kamar," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memiliki alasan sendiri mengapa jemaah tidak puas dengan layanan di Armina. Dia mengatakan untuk tenda, pemerintah tidak memiliki keleluasaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan tenda. Sedangkan untuk bus di Armina ditentukan oleh Organda di Arab Saudi.

"Jadi memang (di Arafah dan Mina) bukan ditentukan oleh pemerintah RI seperti hotel di Mekah dan Madinah," katanya. Meski demikian Lukman mengatakan hal ini menjadi catatan perbaikan bagi Pemerintah ke depan.

Sekarang masuk hasil survei, sebelum masuk saya infokan kuota haji 2017 naik, sekarang 221 ribu, jemaah haji kita naik 30,9%, bisa dibayangkan ini sesuatu beban menjadi berat bagi petugas.

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan

Terkait