Jaga Produksi Blok Mahakam, Pertamina Siap Kucurkan Rp 9,4 Triliun

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

2/11/2017, 21.27 WIB

"Untuk Mahakam, di 2018 kami butuh capital expenditure US$ 700 juta. Kalau tidak begitu, produksi turun nanti," kata Elia.

BLOK MAHAKAM
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja beraktivitas di RIG Maera saat pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah ke

PT Pertamina (Persero) siap menginvestasikan dana sebesar US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,4 triliun di Blok Mahakam mulai tahun depan. Dana ini akan digunakan untuk mengebor sumur di blok tersebut, agar produksi tidak turun.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan investasi itu penting karena jika tidak ada pengeboran ada kekhawatiran produksi akan terus turun. Ini karena kondisi Blok Mahakam yang sudah tua.  

Jadi, sebagai pengelola Blok Mahakam mulai tahun depan, Pertamina sudah mulai menyiapkan beberapa kegiatan, seperti pengeboran sumur pengembangan. "Untuk Mahakam, di 2018 kami butuh capital expenditure US$ 700 juta. Kalau tidak begitu, produksi turun nanti," kata Elia di Jakarta, Kamis, (2/11).

Namun, Elia belum mau merinci jumlah sumur dan kegiatan yang akan dilakukan Pertamina di Blok Mahakam. Alasannya, saat ini perusahaan masih membahas rencana kerja dan anggaran bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas).

Akan tetapi, Pertamina menargetkan  bisa menjaga produksi gas di angka 1.200 juta kaki kubik per hari (mmscfd) untuk tahun depan. "Ini produksi gasnya pasti turun, makanya kami kejar," kata Elia. 

Pertamina sebenarnya juga sudah melakukan investasi di Blok Mahakam meski belum menjadi operator. Ini karena sejak 2015 kontraktor yang ada di blok tersebut, yakni Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation sudah mengurangi pengeboran sumur akibat memasuki masa akhir kontrak.

Saat ini Pertamina sudah mendanai pengeboran delapan sumur yang dikerjakan Total E&P Indonesie. Targetnya hingga akhir tahun, perusahaan pelat merah ini akan mendanai pengeboran 17 sumur.

(Baca: Pertamina Selesaikan Pengeboran Tujuh Sumur di Blok Mahakam)

Di sisi lain, Pertamina juga masih membuka peluang Total dan Inpex memiliki hak kelola  blok tersebut.  Namun, Menurut Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, mereka maksimal hanya bisa mendapatkan hak kelola sesuai surat keputusan Menteri ESDM saat itu, yakni Sudirman Said.  "Jadi kami kenalnya 30%," kata dia. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan