Genjot Kredit, Bank Permata Jalin Kerja Sama Dengan BPJS Kesehatan

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Martha Ruth Thertina

3/11/2017, 14.45 WIB

Bank Permata mengembangkan fasilitas invoice financing, untuk membantu Faskes dan rumah sakit mitra BPJS mendapat pencairan klaim lebih cepat.

Bank permata
Katadata | Arief Kamaludin

Bank PT Bank Permata Tbk. menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan SosiaI (BPJS) untuk mengembangkan fasilitas invoice financing atau pembiayaan tagihan untuk mitra Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan rumah sakit. Langkah tersebut diharapkan bisa mendorong penyaluran kredit perusahaan.

Adapun total kredit Bank Permata per September lalu tercatat turun 17% dibandingkan posisi sama tahun lalu. Penurunan kredit lantaran bank tengah fokus untuk bersih-bersih kredit seret yang sempat melambung di atas 8% akhir tahun lalu. Namun, kredit seret tercatat telah membaik ke level 4,7% per akhir September 2017.

"(Kerja sama) ini memiliki dua tujuan. Salah satunya untuk mendorong kredit (Bank Permata)," kata Direktur Utama Bank Permata Ridha DM Wirakusumah saat ditemui usai penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, di Mercantile Club, World Trade Center I, Jakarta, Jumat (3/11). (Baca juga: Berkat Restrukturisasi Kredit, Bank Permata Cetak Laba di Kuartal III)

Selain Permata, empat bank milik negara yaitu Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN) juga tercatat mengembangkan fasilitas serupa mulai tahun lalu.

Meski begitu, pihak bank tak ada yang mau buka-bukaan tentang bunga yang ditawarkan. Adapun Ridha meyakinkan bunga yang ditetapkan kompetitif tergantung risiko dari masing-masing Faskes dan rumah sakit, serta melihat kemampuan BPJS Kesehatan dalam melakukan pembayaran. (Baca juga: Tutup Defisit BPJS, Pemerintah Andalkan Alokasi Belanja Lain-lain)

Ridha menjelaskan fasilitas invoice financing ini bisa membantu Faskes dan rumah sakit. Sebab, klaim pasien BPJS baru bisa cair dalam satu sampai dua bulan. Namun, dengan invoice financing, Faskes dan rumah sakit bisa mendapatkan dana klaim lebih cepat lantaran ditalangi Bank Permata.

"Jadi, rumah sakit bisa mendapat uang lebih cepat, hitungannya harian. Biasanya kan bulanan," ucapnya. Dengan demikian, arus kas (cashflow) Faskes dan rumah sakit tak terganggu.

Di samping menyediakan invoice financing, Bank Permata juga tengah menyiapkan kanal pembayaran elektronik bagi peserta BPJS untuk melakukan pembayaran iurannya.

Direktur Keuangan & Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan, kerja sama ini berlangsung selama satu tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya perpanjangan apabila memberikan manfaat yang cukup besar bagi kedua lembaga.

"Kemudian, kami ikut mendukung kelancaran pengelolaan kas di rumah sakit dan kami tentu mengharapkan dengan pengelolaan kas yang baik, kualitas layanan di rumah sakit dapat terjaga," ujar Kemal. (Baca juga: Gandeng Uber, BPJS Ketenagakerjaan Sasar Pekerja Informal)

Setelah perjanjian kerja sama ini, Kemal mengatakan, pihak Bank Permata bersama dengan BPJS Kesehatan tengah membicarakan sinergi lainnya dalam bentuk pemasaran dan sosialisasi bersama. Sementara yang telah dilakukan adalah pembayaran iuran melalui cabang ATM, dan channel lainnya yang dimiliki Bank Permata.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan