Lebih Besar dari ExxonMobil, Pertamina Punya Kas Rp 64,8 Triliun

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

3/11/2017, 19.44 WIB

Dalam laporan keuangan kuartal III, Exxon hanya memiliki kas sebesar US$ 4,3 miliar. Sedangkan Pertamina US$ 4,8 miliar

Pertamina
Katadata | Arief Kamaludin

PT Pertamina (Persero) mencatatkan yakin bisa mendanai beberapa proyek yang sedang digarapnya. Ini karena kas perusahaan dalam keadan baik. Bahkan, perusahaan pelat merah ini memiliki kas yang lebih besar dari ExxonMobil.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan hingga September 2017, kas perusahaan tercatat US$ 4,8 miliar atau Rp 64,8 triliun. “Jujur ini agak ketinggian. Kalau teman-teman bisa mencari informasi melalui Google berapa yang dimiliki ExxonMobil," kata dia di Jakarta, Kamis (3/11).

Jika dibandingkan ExxonMobil, kas milik Pertamina memang lebih besar. Dalam laporan keuangan kuartal III, perusahaan energi asal Amerika Serikat itu hanya memiliki kas sebesar US$ 4,3 miliar.

Menurut Arief, Pertamina memang butuh kas besar untuk berjaga-jaga menghadapi proyek yang digarapnya, termasuk penugasan pemerintah. Jadi nantinya, perusahaan tidak perlu lagi tergantung utang.

Pertamina juga sudah membayar utang sebesar US$ 750 juta. "Kami memang butuh untuk menabung, karena ke depan nya kan tidak bisa semua utang. Jadi ada ekuitinya," kata Arief.

Untuk menabung kas internal, perseroan menargetkan tiap tahun bisa menyisihkan US$ 1-2 miliar untuk dimasukkan ke kas internal. Dengan begitu setiap ada proyek berjalan perusahaan masih menyisakan ekuitas agar kondisi keuangan tidak limpung.

Dengan kondisi saat ini, Arief optimistis dapat mencetak laba lebih baik lagi tahun depan lantaran harga minyak dunia yang terus berangsur membaik. Targetnya tahun depan bisa memperoleh laba sekitar US$ 2,15 miliar. "Saat ini harga sudah naik," kata dia.

(Baca: Sri Mulyani Periksa Penyebab Laba PLN dan Pertamina Merosot)

Di sisi lain, Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik berharap pemerintah segera membayar kurang bayar terkait biaya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji yang nilainya mencapai Rp 30 triliun. "Mestinya bisa dibayar Rp 10 triliun dulu deh, supaya bisa jalan program kami yang masuk ke tahun 2018,2019 sampai seterusnya," kata dia.

 

Catatan Redaksi: Berita ini ada perbaikan angka kas Pertamina dan ExxonMobil. Awalnya kas Pertamina tertulis US$ 8 miliar dan ExxonMobil US$ 5 miliar. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan