Satgas Pangan Awasi Harga Bahan Pokok Jelang Natal

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

3/11/2017, 09.55 WIB

Ada kecenderungan kenaikan harga menjelang hari raya. Komoditas yang diberikan prioritas adalah beras, gula dan minyak goreng.

enggar
ANTARA FOTO/Agus Bebeng
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan pemaparannya dalam kunjungan kerjanya ke Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/5).

Pemerintah berkomitmen untuk menjaga pasokan dan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Natal 2017. Satuan Petugas (Satgas) Pangan kembali dikerahkan guna meneruskan klaim sukses Lebaran lalu.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan spekulasi penahanan pasokan bahan pokok kerap terjadi menjelang hari raya sehingga menyebabkan kelangkaan. "Sebelum hari raya ada kecenderungan kenaikan harga," kata Enggar di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (2/11).

Ia juga mengundang seluruh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dari setiap provinsi yang ada di Indonesia. Komoditas yang diberikan prioritas adalah beras, gula dan minyak goreng yang sudah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, bahan pokok yang menjadi kebutuhan pada perayaan juga diutamakan.

Menurut Enggar, peningkatan kebutuhan bahan pokok saat Natal biasanya tidak setajam Lebaran. Meski begitu, Satgas Pangan tetap memantau stok dan harga bahan pokok, terutama di wilayah timur Indonesia.

(Baca juga: Kemenhub Klaim Tol Laut Turunkan Harga Barang Hingga 20%)

"Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku kami berikan perhatian khusus. Daerah wisata seperti Bali dan Jawa juga tetap akan kami lihat karena ada liburan," jelasnya.

Ketua Satgas Pangan Irjen Pol. Setyo Wasisto memprediksi peningkatan kegiatan belanja masyarakat. "Rencana aksi monitor distribusi stok pasokan dan harga mulai 1 Desember 2017 hingga 10 Januari 2018," ujar Setyo.

Lokasi utama pengawasan ada di Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Sulawesi Utara, Papua Barat, Maluku, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara. Lokasi lain yang menjadi fokus adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa timur, dan Bali.

(Baca juga: Tiga Tahun Jokowi, Program Revitalisasi Pasar Baru 20% dari Target)

Langkah yang dilakukan oleh Satgas Pangan adalah edukasi, pencegahan, dan penegakkan hukum. "Kami mengharapkan pemerintah daerah segera koordinasi dengan polisi di daerah," tambah Setyo lagi.

Selain itu, pemerintah juga mencermati dua komoditas, yaitu beras dan cabai, yang membuat inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,01%. Enggar mengungkapkan pemerintah harus hadir untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Sebenarnya beras inflasi 0,04% dan cabai merah 0,05%, masih kecil karena di bawah 0,1%, tapi tetap kami awasi," tutur Enggar.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan