Agar Transparan, Jonan Imbau Pertamina dan PLN Masuk Bursa

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

7/11/2017, 18.44 WIB

Menurut Jonan, transparansi di sektor energi kerap menjadi sorotan. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyinggung transparansi perpajakannya.

Jonan
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Menteri ESDM Ignasius Jonan mendorong perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN bisa mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuannya agar lebih transparan.

Menurut Jonan, transparansi di sektor energi kerap menjadi sorotan. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyinggung transparansi perpajakan di sektor ESDM. "Menurut catatan beliau sektor ini besar, jadi diharapkan bisa lebih transparan," kata dia di BEI, Jakarta, Selasa (6/11).

Selain itu, Jonan mengatakan jika Pertamina dan PLN ikut melantai di bursa, maka kapitalisasi pasar yang bisa dicapai sangat besar. Untuk PLN saja, kapitalisasi pasar diperkirakan bisa mencapai Rp 500 triliun.

Nilai kapitalisasi itu mengacu pada Price to Earning Ratio (PER). PER adalah alat utama penghitungan harga saham suatu perusahaan dibandingkan dengan pendapatan perusahaan. Adapun pada perusahaan listrik di dunia yang memiliki PER hampir 30 kali,

Jonan mengatakan modal kedua BUMN itu melantai di bursa juga sangat besar karena tingkat penjualan (topline) mereka besar. Pertamina memiliki angka penjualan sekitar Rp 700-800 triliun.  Sementara PLN bisa mencapai Rp 300-350 triliun.

(Baca: Sri Mulyani Periksa Penyebab Laba PLN dan Pertamina Merosot

Tidak hanya itu, Jonan juga mendorong anak usaha BUMN itu melantai di bursa. Beberapa anak usaha yang berpotensi dijual sahamnya di pasar modal adalah Pertamina Hulu Energi atau Pertamina Retail.

Namun, Jonan mengakui tidak memiliki kewenangan membuat dua perusahaan BUMN energi itu melantai di bursa. Alasannya hal tersebut merupakan kewenangan Kementerian BUMN, dalam hal ini Menteri BUMN Rini Soemarno. "Mesti tanya Ibu Rini, saya sih mengimbau saja," kata dia. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan