Ada juga yang berpendapat bahwa nilai tambah e-commerce bukan pada perang diskon, namun kemudahan bertransaksi dengan transpran dan efisien.
Lazada e-commerce
Arief Kamaludin|KATADATA

Berburu diskon di mal konvensional maupun virtual bisa sama mengasyikkannya. Namun jika Anda enggan bermacet-macet menuju pusat perbelanjaan lalu berdesakan berebut item idaman secara langsung, mungkin belanja online melalui e-commerce kepercayaan bisa jadi pilihan yang lebih tepat.

Menjelang tutup tahun, berbagai e-commerce seolah berlomba menggelar festival belanja. Aneka diskon ditawarkan untuk menggenjot penjualan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

ShopBack melakukan riset dengan menggunakan Google Adword Keyword menemukan 6 festival belanja online terbesar di Indonesia, juga kaitannya dengan para pengaruh besar Tiongkok dan Amerika Serikat. Berikut daftarnya:

1. Single's Day - 11 November

Istilah Single's Day dimulai pada 1990 di Tiongkok sebagai acara sekolah bagi para lajang yang ingin mencari pasangan. Adalah Alibaba.com yang kemudian mengadaptasi Single's Day sebagai Online Sale pada 2009. Secara global, transaksi Single's Day mencapai US$ 17,8 miliar pada tahun lalu.

Tahun ini, beberapa e-commerce seperti Zalora dan Sociolla turut meramaikan Single's Day  di Indonesia. (Baca juga: Dorong Ekspor UKM, Lazada Kembangkan Logistik Asia Tenggara)

2. Online Revolution - 11 November

Pada tanggal yang sama, pencarian yang lebih populer di Indonesia kata kunci Online Revolution yang dipelopori oleh Lazada. Online Revolution pada 2016, total transaksi Lazada Indonesia mencapai US$ 40 juta.

Co-Chief Executive Officer Lazada Indonesia Florian Holm menjelaskan, Online Revolution Month pada 11 November hingga 12 Desember merupakan komitmen menghadirkan pengalaman belanja online terbaik bagi para konsumen. "Ini juga salah satu bentuk kontribusi kami bagi pertumbuhan ekosistem pereknomian digital di Indonesia," tutur Florian, Jumat (10/11).

3. Festival Belanja Online - 23-30 November

Tahun 2016, ada sekitar 75 e-commerce yang ikut Festival Belanja Online di Indonesia. Sejak 2014, diskon belanja yang ditawarkan dalam ajang ini mencapai 90%.

4. Black Friday - 24 November

Istilah Black Friday awalnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan belanja online. Berasal dari tradisi Amerika Serikat sejak 1990, Black Friday merupakan upaya peretail menggenjot penjualan pada musim dingin, menjelang Natal. Pada saat yang sama, banyak orang mencari bingkisan untuk bertukar kado.

Kemudian, Black Friday diadaptasi ke online shopping oleh para penggiat e-commerce. Tahun lalu, terjadi transaksi sebesar US$ 3,34 miliar.

(Baca juga:  Nielsen: Penjualan Turun Akibat Daya Beli Lemah, Bukan Tren Online)

5. Cyber Monday - 27 November

Dipelopori oleh Shop.org asal Amerika Serikat, Cyber Monday mulai menjadi tradisi untuk festival diskon belanja online sejak 2005. Tren yang menunjukkan hari Senin setelah Thanksgiving adalah hari paling populer untuk belanja online. Tercatat, transaksi yang terhitung di Cyber Friday sedikit lebih besar daripada Black Friday, yaitu US$ 3,45 miliar.

6. Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas)

Pertama hadir pada 12 Desember 2012 dengan tanggal unik 12.12.12, Harbolnas kembali menjadi festival diskon belanja online terbesar yang paling ditunggu oleh masyarakat. Pada 2012, hanya ada 7 e-commerce yang ikut, namun terjadi lonjakan dengan jumlah peserta sebanyak 214 e-commerce pada tahun lalu. Total transaksinya juga mencapai US$ 235 juta.

Senior Vice President of Marketing Blibli.com, I Gusti Ayu Fadjar menyatakan grafik belanja online selalu naik signifikan di periode akhir tahun. "Intinya semua produk terbaik siap kami jual, bazar atau cuci gudang di seluruh kategori sudah pasti ada. Produk promo akan berbeda setiap hari sesuai dengan tema harian," kata Ayu Fadjar.

(Baca juga:  Bos Bukalapak Usul Pajak E-Commerce Maksimal 0,5%)

Sebaliknya, Tokopedia tidak ikut bergabung dalam Harbolnas atau festival belanja online lainnya. Senior Communications Lead Tokopedia Siti Fauziah menilai nilai tambah e-commerce bukan di perang diskon, namun kemudahan bertransaksi dengan transpran dan efisien.

"Semuanya tergantung bagaimana pelanggan memilih yang terbaik bagi mereka, yang kadang bukan tentang harga termurah, tetapi pelayanan secara keseluruhan dari penjual," katanya.

Michael Reily
Artikel Terkait
"Kami membuat industri startup menghabiskan US$ 50 juta dan hasilnya nihil," kata CEO baru Indosat, Joy Wahyudi.
Ekonomi kreatif bakal menyumbang Rp 1.000 triliun untuk Produk Domestik Bruto 2017.
Bukalapak akan mendapat suntikan dana dari investor asing, meski pemodal lokal masih mendominasi kepemilikan.