Asia Pasifik Bakal Jadi Kawasan Perdagangan Bebas pada 2020

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

10/11/2017, 11.09 WIB

Negara-negara APEC juga mengantisipasi pertumbuhan e-commerce sebagai potensi menuju perdagangan bebas.

Apec 2017
ANTARA FOTO/REUTERS/Kham
Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc (tengah, depan) berdiri bersama menteri perdagangan negara APEC dalam pertemuan Menteri APEC Bertanggungjawab Untuk Perdagangan (APEC MRT 23) di Hanoi, Vietnam, Sabtu (20/5).

Negara-negara yang tergabung dalam Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) menargetkan Asia Pasifik menjadi wilayah perdagangan bebas pada 2020. Komitmen disepakati pada APEC Ministrial Meeting ke-29 di Vietnam, Rabu (8/11) lalu.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Kementerian Perdagangan Internasional Iman Pambagyo menyatakan, isu Free Trade Area of The Asia Pacific (FTAAP) menjadi fokus pembahasan.

“Persiapan kemungkinan realisasi FTAAP saat ini merupakan salah satu bentuk konsistensi APEC mendorong integrasi ekonomi di kawasan,” kata Iman dalam keterangan resmi, Jumat (10/11).

Menurutnya, perdagangan berbasis elektronik atau e-commerce perlu diantisipasi sebagai potensi menuju perdagangan bebas. Sebab, pemanfaatan perkembangan teknologi oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat meningkatkan kapasitas dan fasilitas yang dimiliki pengusaha untuk menerobos pasar regional dan global.

(Baca juga: Jokowi Targetkan Perdagangan dengan Vietnam Capai US$ 10 Miliar)

“Dengan berkembangnya e-commerce, maka kesempatan memasarkan produk bagi semua lapisan masyarakat termasuk UMKM semakin terbuka lebar,” jelas Iman.

Hanya, ia menekankan bahwa salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah APEC harus saling berbagi praktik terbaik penguatan infrastruktur digital sebagai acuan untuk menerapkan kebijakan perdagangan yang adil dan menyejahterakan semua pihak.

Sehingga, konektivitas, rantai nilai global, dan rantai pasokan di Asia Pasifik yang telah dibangun akan memudahkan aktivitas perdagangan dan mendorong keterlibatan seluruh ekonomi APEC. Menurut Iman, perdagangan yang kuat akan semakin memudahkan aktivitas perdagangan dan mendorong keterlibatan seluruh ekonomi APEC dalam rantai nilai atau produksi secara luas.

Iman menyampaikan bahwa menuju 2020, ekonomi APEC dituntut untuk terus melakukan aksi nyata yang membuka jalan bagi perdagangan bebas dan investasi di Asia Pasifik.

(Baca juga: Jokowi Targetkan Perjanjian Dagang dengan Cile Rampung Tahun Ini)

Iman juga berharap Indonesia bisa meraih peluang dan keuntungan dari keterbukaan. Di awal tahun 2018, APEC akan meninjau sejauh mana upaya ekonomi, baik individual maupun kolektif, menuju perdagangan dan investasi yang terbuka dan bebas.

“Indonesia sebagai salah satu ekonomi berkembang di APEC masih terus bekerja keras untuk secara konsisten menjalankan komitmen tersebut,” tuturnya.

Bertemunya para Menteri di Vietnam menandai berakhirnya pertemuan tingkat Menteri APEC tahun 2017 di bawah ketuanrumahan Vietnam. Sebelumnya, telah dilaksanakan beberapa pertemuan khusus menteri sektoral, termasuk Pertemuan Menteri Perdagangan APEC pada Mei 2017.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan