Pertamina Perkirakan Cadangan Blok Mahakam Akan Meningkat

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

10/11/2017, 10.19 WIB

“Jadi, kalau 17 sumur kira-kira bertambah 40 sampai 50 bcf,” kata Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manumayoso.

BLOK MAHAKAM
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja beraktivitas di RIG Maera saat pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah ke

Cadangan gas di Blok Mahakam, Kalimantan Timur berpotensi meningkat. Penyebabnya adalah kegiatan pengeboran sumur di blok tersebut yang dibiayai PT Pertamina (Persero) selama masa transisi Blok Mahakam.

Adapun tahun ini Pertamina membiayai pengeboran 17 sumur. Pengeboran ini dikerjakan Total E&P Indonesie selaku operator Blok Mahakam hingga kontraknya berakhir di 31 Desember 2017 nanti.

Menurut Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Bambang Manumayoso setiap satu sumur yang dibor tersebut berkontribusi menambah cadangan sekitar 2 hingga 3 bcf. “Jadi, kalau 17 sumur kira-kira bertambah 40 sampai 50 bcf,” kata dia di Jakarta, Kamis (10/11).

Dengan adanya tambahan cadangan itu bisa menambah masa produksi hingga 20 tahun ke depan. Tambahan ini penting karena Blok Mahakam tergolong tua sehingga mengalami penurunan alami. Bahkan dengan cadangan sekarang tanpa pengeboran, hanya bisa ekonomis hingga 2036.

Dari target 17 sumur, menurut Bambang saat ini sudah selesai mengebor 11 sumur. Rinciannya sebanyak 10 sumur dibor di lapangan Tunu dan 1 sumur di bor di Lapangan Handil.

Untuk mengebor sumur tersebut, Pertamina membutuhkan dana sekitar US$ 140 juta hingga US$ 150 juta. Namun, dari anggaran tesebut, Bambang mempridiksi ada penghematan 23% . Ini karena pengerjaan pengeboran yang lebih cepat, yakni bisa selesai sekitar  4,3 hari untuk satu sumur. 

Drilling and Work Over PHI Hendrazid mengatakan  selain efisien dari segi waktu, ada faktor negosiasi kontrak dengan penyedia jasa pengeboran sehingga biayanya bisa lebih murah. "Makanya kami mengebor lebih cepat dan pastinya tetap safe," kata dia. 

(Baca: Pertamina Jadi Operator Blok Mahakam, Produksi Ditarget Lebih Rendah)

Pengeboran sumur di Blok Mahakam dengan biaya  Pertamina itu telah dimulai sejak 16 Juli 2017 lalu. Targetnya sampai akhir tahun bisa selesai 17 sumur. Jumlah ini meningkat dari target awal yang sudah ditentukan, yakni 14 hingga 15 sumur. Nantinya 17 sumur tersebut akan dimulai produksinya ketika Pertamina telah resmi menjadi operator Blok Mahakam per 1 Januari 2018 mendatang. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan