Bank Danamon menyatakan, pemegang saham pengendalinya yaitu Asia Financial (Indonesia) Pte Ltd atau AFI telah menerima pernyataan minat akuisisi.
Bank Danamon
Arief Kamaludin|Katadata

Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) tengah menjajaki peluang untuk mengakuisisi Bank Danamon. Namun, induk usaha BTMU, Mitshubishi UFJ Financial Group masih enggan terbuka tentang proses yang sedang berjalan.

Perusahaan keuangan asal Jepang ini mengakui tengah mempertimbangkan berbagai peluang investasi di Indonesia. “Perusahaan akan segera memberikan pengumuman publik bila ada yang harus diungkapkan,” demikian tertulis dalam keterangan resmi di website Mitshubishi UFJ Financial Group, Kamis (9/11).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Adapun Bank Danamon menyatakan, pemegang saham pengendalinya yaitu Asia Financial (Indonesia) Pte Ltd atau AFI telah menerima pernyataan minat dari pihak BTMU. Namun, Danamon meyakinkan belum ada kesepakatan antara kedua pihak. (Baca juga: Danamon Konfirmasi Bank of Tokyo Ajukan Minat Akuisisi)

“AFI telah menerima expression of interest sehubungan dengan saham milik mereka dalam perseroan. Kami mengerti bahwa ketertarikan tersebut masih bergantung pada hasil negosiasi lebih lanjut dan belum tentu menghasilkan perjanjian yang mengikat sehingga transaksi belum tentu terlaksana,” kata Sekretaris Perusahaan Bank Danamon Rita Mirasari dalam surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/11).

Sebelumnya, muncul informasi bahwa BTMU berencana membeli sekitar 40% saham Bank Danamon. Langkah tersebut sebagai bagian dari perluasan bisnis perusahaan di Asia Tenggara. Nilai transaksi disebut-sebut berkisar US$ 1,76 miliar atau setara Rp 23,7 triliun (dengan kurs saat ini). (Baca juga: Dikabarkan Diakuisisi Bank Jepang, Saham Danamon Melonjak 18%)

Imbas informasi tersebut, harga saham Bank Danamon ditutup melonjak 18% menjadi Rp 5.725 per lembar saham pada Kamis (9/11). Adapun pada perdagangan Jumat (10/11) harga saham Bank Danamon tercatat turun meski masih bertahan di level tinggi. Pada pukul 11.30, harga saham tercatat Rp 5.675 per lembar saham, turun 0,87% dibandingkan hari sebelumnya.

Artikel Terkait
OJK mengingatkan agar proses digitalisasi perbankan tak menimbulkan dampak signifikan terhadap pengurangan tenaga kerja.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menargetkan Rp155,4 triliun dana haji pada tahun 2022.
"Jangan sampai datang (ke Indonesia) hanya untuk memberikan kredit ke (perusahaan) Jepang saja," kata Kepala Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana