Kendalikan Banjir, BPN Terbitkan Sertifikat Empat Situ di Jabodetabek

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

14/11/2017, 16.45 WIB

Pemerintah akan menerbitkan sertifikat 500 situ, danau, embung, dan waduk (SDEW) di seluruh wilayah Indonesia tahun 2018.

Danau Tondanau
AGUNG SAMOSIR | KATADATA
Ilustrasi. BPN telah menerbitkan sertifikat empat situ di kawasan Bogor dan Bekasi.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan sertifikasi tanah untuk empat badan air, seperti situ, danau, embung, dan waduk (SDEW). Keempatnya, yakni Situ Cogreg, Kabupaten Bogor; Situ Pagam, Kabupaten Bogor; Situ Tajung Udik, Kabupaten Bogor; dan Situ Rawalumbu, Kabupaten Bekasi.

Sertifikasi tersebut menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR, dan Kemendagri pada 10 Oktober 2017. Sertifikat berupa Hak Pakai itu diberikan kepada Kementerian PUPR sebagai pihak yang memiliki kewenangan untuk mengelola SDEW.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan, penerbitan sertifikat untuk perlindungan dan optimalisasi fungsi SDEW. "Sebagai tempat pengendalian air dan penampungan banjir, konservasi sumber daya air, pengembangan ekonomi lokal maupun tempat rekreasi," kata Sofyan di kantornya, Jakarta, Selasa (14/11).

(Baca: Selain Tambak dan Tanah, Pemerintah Juga Akan Sertifikasi Danau)

Pasalnya, saat ini banyak ditemukan penurunan kualitas dan kuantitas badan air, seiring pertambahan penduduk, peningkatan kegiatan budidaya, dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali terhadap badan air.

Selain sertifikat yang hari ini diserahkan, masih ada 27 situ di Jabodetabek yang masih dalam proses sertifikasi. Rencananya, pemerintah menargetkan 500 SDEW di seluruh wilayah Indonesia tersertifikasi tahun 2018.

"Untuk tertib pemanfaatan ruang di sekitarnya," kata dia. (Baca: Pemerintah Kesulitan Tertibkan Lahan Terlantar)

Berdasarkan data BPN, sebanyak 32 situ di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek) telah hilang sejak 2007. Sementara itu jumlah situ yang tersisa di Jakarta sebanyak 16.

Situ menghilang akibat kegiatan masyarakat yang merusak, seperti mencuci pakaian yang membuat banyaknya limbah deterjen terbuang ke situ. Selain itu penggundulan wilayah tangkapan air.

Pemerintah menargetkan untuk tahun ini sudah ada beberapa situ yang disertifikasi di wilayah Jakarta. Tahun depan, BPN mensyaratkan 114 situ akan disertifikatkan di seluruh Indonesia. Basuki juga membuka kemungkinan bentang alam serupa situ seperti ranu di Jawa Timur juga akan diberi sertifikat.

Sertifikasi dianggap penting lantaran ketiadaan situ akan menjadi bencana di masa depan. Sofyan berharap pemda dapat membantu penegakkan hukum dan menjaga situ yang telah mendapat sertifikat.

(Baca: Jokowi Perintahkan Menteri ATR Percepat Pembagian Sertifikat Tanah)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan