Sejak hari ini Adriansyah tidak lagi Dirut PEPC, penggantinya Jamsaton.
Pertamina
Katadata | Arief Kamaludin

Jajaran direksi PT Pertamina EP Cepu (PEPC) mengalami perombakan. Kali ini, anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut mengganti Adriansyah dari posisi Direktur Utama.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, posisi Direktur Utama PEPC saat ini dijabat Jamsaton Nababan. Jamsaton sebelumnya menempati Direktur Pengembangan PEPC. "Sejak hari ini Adriansyah tidak lagi Dirut PEPC, penggantinya Jamsaton," kata sumber tersebut,Selasa (14/11).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Sementara itu, pihak PT Pertamina (Persero) selaku pemegang saham 100% PEPC belum berkomentar. Hingga berita diturunkan, juru bicara Pertamina Adiatma Sardjito belum membalas pesan yang dikirimkan. Begitu Direktur Keuangan Pertamina dan Komisaris Utama PEPC Arief Budiman.

Mengacu situs resmi PEPC, Adriansyah menjabat sebagai Direktur Utama PEPC sejak 23 April 2015. Ia merupakan lulusan dengan gelar Sarjana dan Magister Teknik Geosifisika dari Institut Tekhnologi Bandung dan PhD di bidang Geoscience dari University of Texas.

Adriansyah memulai karirnya di hulu migas  sebagai Processing Geophysics di PT GECO Schlumberger Indonesia tahun 1987.  Kemudian mulai bergabung ke Pertamina tahun 1989 sebagai Operational Geophysics di UEP I Pangkalan Brandan.

Setelah itu menjadi Spesialis Pengembangan Metoda Geofisika di Upstream Technology Center pada tahun 2000. Tahun 2009 dipercaya menjadi Vice President Upstream Technology Center, dan menempati Senior Vice President Upstream Business Development tahun 2012. 

Pada bulan April tahun 2013 diangkat menjadi Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energi (PGE), kemudian pada bulan Oktober 2013 menjadi Presiden Direktur PT Pertamina EP (PEP). Pada tahun 2002-2004 terpilih menjadi Presiden Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI). Saat ini juga mengajar mata kuliah Seismik Data Processing di program Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

Sementara Jamsaton merupakan lulusan dengan gelar sarjana S1 Teknik mesin Universitas Sumatera Utara / Medan tahun 1982. Ia merintis karir di Pertamina sejak tahun 1990 sebagai Production Facilities Maintenance Supervisor.

(Baca: Pertamina Ingin Pakai Karbon Dioksida Jambaran-Tiung Biru untuk EOR)

Tahun 2006, Jamsaton diangkat sebagai Deputi Field Facilities Project Manager PT Pertamina EP Cepu. Selanjutnya pernah menjadi Deputy Sr.Project Manager PT Pertamina EP (2008), Sr.Manager Teknik & PF PT Pertamina EP pada 2010,  dan diangkat sebagai Vice President  Surface Facilities PT Pertamina EP pada 2013.

Artikel Terkait
"Siapa yang punya infrastruktur terbesar bisa mengelola lebih banyak wilayah," kata Adi.
Dana itu akan digunakan untuk mengebor lima sumur dan membangun dua anjungan (platform) di Lapangan Sidayu.
Jadi komitmen pasti eksplorasi bisa dipindahkan ke blok lain asal masih milik kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tersebut.