Pembayaran dengan Alipay mendominasi transaksi belanja di Alibaba.
Alibaba
Tampilan pesta diskon pada laman utama Alibaba, Selasa (14/11). Katadata

Alibaba Group mengumumkan total transaksi yang terjadi pada Global Shopping Festival, 11 November 2017 (11/11) lalu mencapai US$ 25,4 miliar atau setara dengan Rp 342 triliun. Angka itu melonjak 39% dibandingkan ajang yang sama pada 2016.

"Nilai 25,3 miliar dolar dalam satu hari transaksi bukan hanya menggambarkan hasil penjualan,” kata CEO Alibaba Group, Daniel Zhang seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (13/11).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Zhang menjelaskan, besarnya transaksi itu juga menunjukkan besarnya minat belanja masyarakat Tiongkok. “Ini juga menggambarkan bagaimana pelanggan dan mitra kami telah menerima dengan baik integrasi antara retail online dan offline."

Dalam festival belanja tersebut tercatat lebih dari 140 ribu merek dan pelaku usaha berpartisipasi. Dalam 24 jam, ALibaba memproses 1,48 miliar transaksi pembayaran yang menunjukkan kenaikan 41% dari 2016.

Pada 2016, Alibaba Cloud memproses 256 ribu transaksi per detik. Sementara tahun ini pada sistem dapat memproses hingga 325 ribu pesanan per detik.

(Baca juga:  Dorong Ekspor UKM, Lazada Kembangkan Logistik Asia Tenggara

Besarnya jumlah pesanan membuat perusahaan logistik turut bekerja keras. Cainiao Network memproses 812 juta pengiriman barang pada Single’s day tersebut. Pengiriman pertama tiba di tangan konsumen setelah 12 menit 18 detik dibukanya festival pada tengah malam waktu setempat.

Sementara dari segi penjualan, ada 167 pelaku usaha (merchants) mencatatkan pendapatan sebesar US$ 15,1 juta (Rp 205 miliar), 17 pelaku usaha mencapai US$ 75,4 juta (Rp 1 triliun) dan 6 pelaku usaha mencapai US$ 150,9 juta (Rp 2 triliun). 

Meski berpusat di Tiongkok, pesta diskon Alibaba juga dapat dinikmati di seluruh dunia. Tahun ini, tercatat ada 22 negara terlibat baik sebagai penjual maupun pembeli. Negara terbanyak yang menjual ke Tiongkok adalah Jepang, Amerika serikat, Australia, Jerman, dan Korea Selatan.

(Baca juga:  BCA Salurkan KUR bagi Penjual di Lazada)

Sementara penduduk Asia Tenggara dapat mengakses koleksi Taobao Alibaba melalui wakilnya, Lazada. Konsumen Indonesia banyak membeli jam tangan.

Tak hanya berbagai tawaran potongan harga, Lazada Indonesia juga menggratiskan ongkos kirim pada pesta diskon bertajuk Online revolution di hari yang sama. Hanya, Lazada tidak mengumumkan besaran transaksinya. "Ini hanya salah satu bentuk kontribusi kami bagi pertumbuhan ekosistem pereknomian digital di Indonesia," kata Co-Chief Executive Officer Lazada Indonesia Florian Holm

Artikel Terkait
Rudiantara mengungkapkan sektor pendidikan nasional butuh investasi dari dalam negeri karena peraturan melarang sektor ini menerima modal asing.
"Kami membuat industri startup menghabiskan US$ 50 juta dan hasilnya nihil," kata CEO baru Indosat, Joy Wahyudi.
Ekonomi kreatif bakal menyumbang Rp 1.000 triliun untuk Produk Domestik Bruto 2017.