PLN Teken Kontrak Jual Beli Listrik EBT Senilai Rp 20,4 Triliun

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

16/11/2017, 14.22 WIB

“Ini menunjukkan iklim investasi EBT di Indonesia masih menarik,” kata Jonan.

PLN
Arief Kamaludin|KATADATA
PLN

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN akhirnya menandatangani kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dengan sembilan perusahaan listrik swasta (Independent Power Producer/IPP). Hal ini, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, menjadi tanda investasi sektor EBT di Indonesia makin kompetitif.

Dengan penandatangan tersebut, maka hingga saat ini ada 69 IPP yang menandatangani kontrak dengan total kapasitas 1.189,22 Megawatt (MW). “Ini menunjukkan iklim investasi EBT di Indonesia masih menarik,” kata Jonan di Jakarta Kamis (16/11).

Adapun, total kapasitas pembangkit listrik yang ditandatangani sembilan perusahaan itu adalah 640,65 MW. Total investasinya mencapai Rp 20,4 triliun.

Menurut Jonan total penandantangan PPA yang melibatkan 69 perusahaan ini merupakan rekor terbanyak dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan tiga tahun ke belakang penandatanganan PPA tidak mencapai 60 perusahaan swasta.

Proyek yang ditandatangani ini bukan hanya terdiri dari proyek baru, tapi juga ada yang sudah tidak berjalan sejak beberapa tahun, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Peaker. "PLTA Poso bertahun-tahun tidak selesai, ketemu saya sekali lalu rampung," kata Jonan.

Harga jual yang tertuang dalam kontrak jual beli listrik pada proyek pembangkit listrik energi terbarukan itu nantinya mengacu peraturan yang ada seperti Peraturan Menteri ESDM Nomor 50 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Aturan itu menyebutkan tarif listrik bisa dibicarakan dengan mekanisme bisnis yang wajar (business to business/b to b).

(Baca: Tiga Poin Revisi Tarif Listrik Energi Terbarukan)

Berikut daftar kontrak yang ditandatangani:  

.

Pembangkit

Calon Pengembang

Lokasi

Kapasitas (MW)

Investasi (Rp Miliar)

Harga Jual (cent US$/kwh)

1.

PLTM Bakal Semarak

PT Semarak Kita Bersama

Sumatra Utara

5

125,64

7,89

2.

PLTM Cibanteng

PT Prima Atrya Energy

Jawa Barat

4,2

71,4

6,51

3.

PLTM Cikaso 3

PT Zhong Min Hydro Indonesia

Jawa Barat

9,9

182,21

6,51

4.

PLTM Tanjungtirta

PT Maji Biru Pusaka

Jawa Tengah

8

201,6

6,52

5.

PLTM Kincang 1

KPRI Koperca

Jawa Tengah

0,35

9,14

6,52

6.

PLTM Bone Bolango

PT Bone Bolango Energy

Gorontalo

9,9

416,47

10,52

7.

PLTM Koko Babak

PT Sumber Daya Investasi

Lombok

2,3

86,79

10,40

8.

PLTA Poso Peaker

PT Poso Energy

Sulawesi Tengah

515

11.120

8,40

9.

PLTP Rantau Dadap

PT Supreme Energy RD

Sumatera Selatan

86

8.200

11,76

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan