Perundingan Dagang Final dengan Australia Diundur Bulan Depan

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

20/11/2017, 09.01 WIB

Pemerintah tetap menargetkan perundingan ini rampung sebelum pergantian tahun.

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (kanan)
ANTARA FOTO/IORA Summit 2017/Rosa Panggabean
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (kanan) pada hari ketiga rangkaian KTT IORA ke-20 tahun 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/3). KTT IORA 2017 tersebut diharapkan dapat meningkatka

Perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) belum mencapai titik terang pada putaran ke-10 pada 13-17 November lalu. Kedua negara sepakat mengadakan satu putaran terakhir pada awal Desember 2017.

Ketua Tim Perunding Indonesia untuk IA-CEPA Deddy Saleh mengungkapkan putaran ke-10 adalah momen krusial. "Karena perundingan ini merupakan bentuk kemitraan ekonomi, hasil kesepakatannya diharapkan dapat saling menguntungkan kedua pihak," kata Deddy dalam keterangan resmi, Jakarta, Minggu (19/11).

Hasil yang tercapai pada perundingan adalah pengembangan kemitraan bagi pembangunan dan daya saing ekonomi Indonesia. Salah satu bentuk kemitraan yang sudah diidentifikasi adalah sektor pendidikan.

(Baca juga: Biaya Transaksi Perdagangan ASEAN Turun 10% pada 2020)

Perundingan pekan lalu juga menjadi tahap finalisasi sebelum masuk putaran akhir, pada bulan depan. Sehingga, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakatan supaya perundingan dagang dengan Australia dapat diselesaikan sebelum tahun depan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Melalui perundingan CEPA, Indonesia juga menargetkan jadi negara ekonomi terbesar ke-7 dunia pada 2030. "Pendidikan tinggi termasuk kejuruan merupakan prioritas pemerintah," ujar Enggar.

Dalam menghadapi putaran akhir, delegasi Indonesia bakal melakukan berbagai konsolidasi dan koordinasi dengan seluruh kementerian dan lembaga, termasuk pelaku usaha dan Indonesia-Australia Business Partnership Group.

(Baca juga:  Perundingan RCEP Bakal Mencakup E-Commerce)

Kesepakatan CEPA antara Indonesia dan Australia bakal menjadi perjanjian dan perdagangan dan investasi bilateral kedua setelah Jepang pada 2008. Selain itu, perundingan diharapkan menjadi titik awal kebangkitan hubungan ekonomi kedua negara.

Indonesia yang punya pasar penduduk 250 juta jiwa hanya menempati urutan ke-12 dalam peringkat mitra dagang Australia. Padahal, secara geografis, kedua negara bertetangga di wilayah yang secara ekonomi paling dinamis di dunia.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan