Setnov Ditahan, Jokowi Minta Pergantian Ketua DPR Sesuai Aturan

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

20/11/2017, 16.10 WIB

Setya Novanto ditahan 20 hari karena menjadi tersangka dalam kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Setnov Ditahan
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto tiba di gedung KPK, Jakarta, Minggu (19/11). Ketua DPR tersebut dipindahkan dari RSCM Kencana ke rutan KPK.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan berbicara banyak mengenai pergantian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setelah Setya Novanto ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Novanto menjadi tersangka dalam kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Jokowi hanya menyatakan bahwa penonaktifkan hingga penggantian Ketua DPR sudah ada mekanismenya. Oleh sebab itu dirinya meminta agar ketentuan hukum yang ada diikuti saja. "Diikuti saja mekanisme yang ada," ujar Jokowi usai acara Pembukaan Simposium Nasional Kebudayaan di Jakarta, Senin (20/11).

Ketika ditanyakan kembali mengenai Novanto yang meminta perlindungan dirinya, Jokowi mengaku sudah pernah meminta Ketua DPR tersebut untuk mengikuti proses hukum yang berlaku. "Sudah saya sampaikan, ikuti proses hukum yang ada," ujarnya.

(Baca juga:  Istri Novanto Diperiksa Terkait Jabatannya di PT Mondialindo)

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto. Ia dipindahkan pasca penahanannya dibantarkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

"Pembantaran tidak diperlukan lagi. Oleh karena itu akan ada pemindahan dari sini ke rumah tahanan di KPK, ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di RSCM, Jakarta, Minggu (19/11) malam.

KPK menetapkan masa tahanan Novanto selama 20 hari pada Jumat (17/11) lalu. Namun karena saat itu Novanto masih dirawat di RSCM, masa tahanannya baru terhitung efektif sejak Ahad (19/11).

(Baca juga: Siasat Setya Novanto Berkelit dari KPK)

Tak hanya menahan Novanto, KPK hari ini juga memeriksa sang istri, Deisti Astriani Tagor.  Juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan jika Deisti hari ini diperiksa penyidik. Deisti diperiksa sebagai saksi untuk Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo yang juga menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP.

"Saksi yang akan diperiksa adalah istri dari yang bersangkutan juga, diperiksa untuk tersangka ASS," kata Febri di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Minggu (19/11) malam.

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan