Bank Dunia Sarankan Pemerintah Benahi Kemudahan Usaha di Daerah

Penulis: Ameidyo Daud Nasution

Editor: Safrezi Fitra

21/11/2017, 19.34 WIB

Tercetus ide untuk membuat perlombaan antardaerah yang bisa berhasil memperbaiki iklim investasi.

PTSP
Katadata | Arief Kamaludin

Bank Dunia (World Bank) menyarankan agar pemerintah membenahi indikator kemudahan usaha di seluruh daerah, untuk mempercepat investasi. Saran ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves saat bertemu Jokowi di Istana Bogor hari ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga ikut menemani Jokowi bertemu Chaves mengatakan Bank Dunia berfokus kepada percepatan investasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Jadi doing business harus diperbaiki, terutama di daerah," ujarnya saat ditemui di Istana Bogor, Selasa (21/11).

Sri yang pernah menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan dalam pertemuan tersebut juga tercetus ide untuk membuat perlombaan. Setiap pemerintah daerah (Pemda) berkompetisi untuk memperbaiki iklim investasi di daerahnya. Pemenangnya bisa mendapat penghargaan. 

(Baca: Kurang Inovasi, Peringkat Kemudahan Berusaha DKI Jakarta Menurun)

Setiap Pemda melaporkan keberhasilannya dalam membenahi kemudahan usaha setiap tahunnya. Hal ini untuk melihat secara objektif apakah iklim investasi daerah membaik atau tidak.

Selain itu Bank Dunia juga menyoroti bagaimana pemerintah memobilisasi dana swasta untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang dikerjakan pemerintahan Jokowi. Bank Dunia menilai Indonesia memerlukan upaya keberlanjutan dari sektor pembiayaan infrastruktur ke depannya.

"Jadi bagaimana agar mereka (swasta) ikut membangun," ujarnya.

Usai bertemu dengan Chaves, Presiden Jokowi mengaku dirinya meminta masukan dari Bank Dunia tentang apa saja yang perlu diperbaiki pemerintah dari sisi ekonomi. "Jadi kami bisa membenahi hal apa yang kurang," ujar Jokowi. (Baca: Jokowi Minta Saran Bank Dunia Benahi Ekonomi Indonesia)

Sementara Chaves mengungkapkan rasa optimistisnya terhadap stabilitas fiskal serta kerangka ekonomi makro Indonesia saat ini. Dia hanya menyampaikan Pemerintah perlu memacu investasi dalam sektor Sumber Daya Manusia (SDM).

"Ini pertemuan yang sangat baik dan kami berterima kasih kepada Presiden," ujarnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan