Menteri Airlangga Tukar Posisi Dua Pejabat Eselon I

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

21/11/2017, 19.29 WIB

Jabatan Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) di kementerian Perindustrian dibiarkan kosong.

Menteri Perindustriann Airlangga Hartarto
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto melakukan rotasi dua pejabat eselon I di Kementerian Perindustrian. Tujuannya adalah untuk memacu kompetensi pribadi dan kinerja institusi.

Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional yang sebelumnya dijabat oleh Harjanto sekarang menjadi milik I Gusti Putu Suryawirawan. Sebaliknya, posisi Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika yang dulu diisi Putu sekarang dipegang oleh Harjanto.

Airlangga meminta para pejabat yang dilantik supaya segera melakukan penyesuaian dengan jabatan baru. “Setelah itu langsung tancap gas,” katanya dalam keterangan resmi dari Jakarta, Selasa (21/11).

(Baca juga: Kemenperin Targetkan Ekspor Mebel Naik Dua Kali Lipat Tahun 2018)

Selain menukar dua posisi, Airlangga juga mengangkat Soerjono yang sebelumnya Inspektur Jenderal menjadi Staf Ahli bidang Penguatan Struktur Industri. Lalu, Imam Haryono yang sebelumnya Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) menjadi Staf Ahli bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Oleh karena itu, dua jabatan eselon I, Dirjen PPI dan Inspektur Jenderal Kemenperin mengalami kekosongan. Namun, Airlangga juga melakukan pelantikan untuk 5 nama baru untuk jabatan eselon II.

Airlangga menyetakan, pemimpin harus berperan aktif untuk segera melakukan percepatan dan evaluasi target kinerja yang telah ditetapkan guna tercapainya sasaran pembangunan industri nasional. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pembangunan industri nasional diarahkan pada tiga sasaran utama.

Pertama, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Kedua, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

(Baca juga: Luhut Lapor Jokowi, Daerah Bekasi-Purwakarta Tak Bisa Jadi KEK)
 
“Tahun 2018 adalah tahun yang sangat penting, karena kita perlu mempercepat target pemerintah yang telah dicanangkan agar dapat dicapai pada tahun 2019. Tentunya akan menjadi fokus utama kami,” kata Airlangga.
 
Beberapa program yang perlu segera diselesaikan Kemenperin adalah upaya memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk penerapan industri 4.0 di berbagai area, mobil pedesaan, mobil listrik, e-smart Industri Kecil dan menengah (IKM), pembangunan kawasan industri khususnya di luar pulau Jawa, serta program pendidikan vokasi yang link and match dengan dunia usaha industri.
 
Oleh karena itu, Airlangga meminta kepada seluruh pimpinan dan staf di lingkungan Kemenperin untuk berkomitmen dan terus semangat dalam upaya membangun peningkatan kinerja industri nasional yang telah digariskan. “Semoga dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi,” tuturnya.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan