Bangun Layanan Digital, Pegadaian Investasi Rp 500 Miliar

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Pingit Aria

21/11/2017, 16.32 WIB

Digitalisasi Pegadaian dilakukan untuk bersaing dengan fintech. Pegadaian targetkan 11,5 juta nasabah dapat terlayani tahun depan.

Logo Pegadaian 2.jpg

PT Pegadaian (Persero) bakal melakukan digitalisasi layanan untuk memudahkan transaksi nasabah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan terus daya saing di tengah era perkembangan financial technology (fintech), termasuk hadirnya layanan gadai berbasis online seperti Pinjam.co.id.

Direktur Utama Pegadaian Sunarso menjelaskan, pihaknya sudah menyusun strategi guna menghadapi perkembangan teknologi khususnya di tahun 2018. "Strateginya digitalisasi proses bisnis yang dimaksudkan untuk mempercepat layanan," ujar Sunarso di Jakarta, Selasa (21/11).

Secara rinci, Sunarso menjelaskan, tahun depan Pegadaian akan meluncurkan aplikasi mobile yang bisa digunakan oleh nasabah melalui ponsel. Namun, Sunarso masih belum bisa menjelaskan lebih detil terkait mekanisme proses gadai melalui aplikasi tersebut.

(Baca juga: Pegadaian Targetkan Pertumbuhan Laba 8,7% Tahun Depan)

Selain itu, Pegadaian juga akan melakukan pengambangan layanan berbasis digital lainnya. Sunarso menjelaskan, dengan strategi ini, Pegadaian tidak akan agresif untuk membuka outlet-outlet baru. Pegadaian akan memanfaatkan external distribution channel via agen yang memenuhi syarat tertentu.

Lebih lanjut, Pegadaian juga akan melakukan standardisasi outlet, termasuk melakukan revitalisasi gudang dan fasilitas logistik yang menyimpan barang gadai. Terakhir, Pegadaian juga akan melakukan penguatan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan budaya perusahaan.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Pemasaran Pegadaian, Damar Latri Setiawan menjelaskan, ekspansi outlet oleh Pegadaian tidak akan berhenti total. Dirinya menjelaskan, Pegadaian tetap akan membangun outlet baru di daerah-daerah yang masih belum terjangkau untuk menjadi induk agen-agen di daerah tersebut.

"Dengan demikian, masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan layanan Pegadaian," ujar Damar. (Baca juga: Bank Mandiri, BRI, BNI Satukan Mesin EDC di Merchant Enam BUMN)

Direktur Keuangan & IT Pegadaian Teguh Wakyono menjelaskan, Pegadaian telah menyiapkan dana sebesar Rp 1 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40-50% akan digunakan untuk pengembangan teknologi informasi perusahaan. Hal ini sejalan dengan rencana digitalisasi layanan.

"Kami akan gunakan untuk mengembangkan sistem IT, mobile apps, firewall, dan servernya," ujarnya.

Dengan strategi tersebut, Pegadaian pun telah menyusun target yang akan dipenuhi tahun 2018 mendatang. Dari sisi aset, ditargetkan sebesar Rp 57,4 triliun atau naik Rp 7,1 triliun dibandingkan tahun 2017.

Dari sisi nasabah, ditargetkan sebesar 11,5 juta atau naik 2 juta nasabah dibandingkan tahun 2017. Lalu, dari sisi omset ditargetkan sebesar Rp 143,9 triliun atau naik Rp 4,2 triliun dibanding tahun 2017.

Selain itu, dari sisi outstanding loan (OSL) berada di angka Rp 44,3 triliun atau naik Rp 7,7 triliun dibanding tahun 2017. Sedangka, dari sisi pendapatan ditargetkan sebesar Rp 12,5 triliun jika dibandingkan tahun 2017. Terakhir, laba usaha tahun 2018 ditargetkan sebesar Rp 3,7 triliun atau naik Rp 300 miliar dibanding tahun 2017. 

Reporter: Miftah Ardhian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan