Wamen ESDM Harap Xplorer.id Bantu Pengusaha Melihat Prospek Migas

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

21/11/2017, 22.22 WIB

Ide Xplorer.id sudah muncul sejak empat tahun silam. Ide itu dari usulan dan pemikiran sejumlah tokoh migas agar adanya data untuk kegiatan eksplorasi.

Peluncuran Xplorer.id
Katadata

Katadata.co.id bekerja sama dengan Geosains Delta Andalan (GDA) Consulting meluncurkan portal Xplorer.id, yang berisi informasi detail blok minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Kehadiran portal online ini diharapkan membantu para pelaku industri untuk mendapatkan data-data mengenai hulu migas sehingga mendorong kegiatan eksplorasi dan investasi.

Peluncuran Xplorer.id ini dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara serta Chairman dan Founder Bimasena Soebroto. Hadir juga Chief Executive Officer (CEO) Katadata Metta Dharmasaputra dan Direktur Eksekutif GDA Danil Hadi, serta para pelaku migas.

Dalam acara tersebut, Arcandra berharap Xplorer.id bisa membantu para pelaku industri migas. "Insya Allah akan membantu semua pihak, baik kementerian atau dunia usaha dalam melihat prospek data yang berhubungan dengan blok migas di Indonesia," kata dia saat acara peluncuran Xplorer.id di Dharmawangsa Jakarta, Selasa (21/11).

Sedangkan CEO Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan, ide portal Xplorer.id sudah muncul sejak empat tahun silam. Ide itu dari usulan dan pemikiran sejumlah tokoh migas yang mendorong Katadata.co.id untuk menyediakan berbagai informasi migas yang berguna bagi pengembangan eksplorasi migas nasional.

“Tiga tokoh di antaranya adalah Mantan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, Mantan Direktur Jenderal Migas Wiratmaja Puja, dan mantan Anggota Dewan Energi Nasional Andang Bachtiar,” kata dia.

Ide itu kemudian terwujud ketika Katadata.co.id mendapatkan mitra dari tim GDA,  yang sejak lama berkecimpung di bidang analisis hulu migas. Dari sinilah portal ini mulai dibangun. Harapannya dapat ikut mendukung program pemerintah menggalakkan eksplorasi migas nasional.

(Baca: Kegiatan Pengeboran Sumur Eksplorasi Mulai Meningkat)

Dalam pidatonya, Arcandra juga menyinggung skema kontrak bagi hasil gross split yang baru diterapkan awal Januari tahun ini. Setidaknya ada tiga prinsip yang mendasari terbitnya skema baru pengganti kontrak bagi hasil yang menggunakan cost recovery (penggantian biaya operasional).

Prinsip pertama adalah kepastian. Dengan skema ini kontraktor bisa menghitung sendiri besaran bagi hasilnya berdasarkan variabel yang ada pada kontrak gross split. Alhasil bisa menghindari perdebatan mengenai besaran pengembalian biaya operasi (cost recovery) karena seluruh biaya ditanggung kontraktor.

Kedua, kesederhanaan. Dalam skema kontrak gross split kontraktor akan lebih mudah mejalankan eksplorasi dan eksploitasi. Sebab KKKS tidak perlu lagi terlibat dalam membahas anggaran dengan SKK Migas setiap tahunnya.

Ketiga, efisiensi. Dengan skema gross split, kontraktor bisa melakukan pengadaan barang dan jasa secara mandiri. "Beri kita waktu untuk buktikan," kata Arcandra.

Sedangkan Suahazil mengatakan, saat ini pemerintah telah menyelesaikan aturan perpajakan terkait gross split. Aturan ini dinilai bisa membuat pelaku migas semakin bersemangat menggunakan skema tersebut.

Ada tiga hal yang menjadi prinsip pemerintah dalam menyusun Peraturan Pemerintah tersebut. Aturan ini dibuat untuk mendorong industri hulu migas, memberi kepastian hukum, dan membuat perpajakan yang sederhana. "Kalau bisa simple kami buat lebih simple," ujar Suahasil.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan