Penunjukan Dirjen Pajak Baru, Jubir Kemenkeu Tunggu Informasi Resmi

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Martha Ruth Thertina

23/11/2017, 13.02 WIB

Presiden Joko Widodo dikabarkan telah menyetujui Robert Pakpahan sebagai Dirjen Pajak baru.

Pajak
Arief Kamaludin|KATADATA

Presiden Joko Widodo dikabarkan telah menyetujui usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengajukan Robert Pakpahan sebagai Direktur Jenderal Pajak baru. Saat ini, Robert masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

Meski begitu, pihak Istana maupun Kementerian Keuangan belum mengonfirmasi kabar tersebut. “Saya cek dulu,” kata Juru Bicara Presiden Johan Budi kepada Katadata, Kamis (23/11). Di sisi lain, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti mengaku belum mendapat informasi. “Saya belum terima informasi resmi,” ucapnya.

Sementara itu, Sumber Katadata yang dekat dengan Kementerian Keuangan menyebut belum ada penunjukan. Adapun Dirjen Pajak saat ini Ken Dwijugiasteadi bakal pensiun dan meninggalkan jabatan sepekan lagi, tepatnya pada 1 Desember 2017.

Sebelum nama Robert mencuat, beredar sederet pejabat yang disebut-sebut sebagai kandidat Dirjen Pajak baru, dari mulai pejabat eselon I di Kemenkeu, Staf Ahli Menkeu, pejabat eselon II di Ditjen Pajak, hingga Mantan Komisioner KPK yang kini menjabat Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi. (Baca juga: Sederet Nama Masuk Radar Kandidat Dirjen Pajak Baru)

Adapun Robert, 58 tahun, merupakan pejabat karier di Kementerian Keuangan. Doktor di bidang Filosofi Ekonomi tersebut pernah menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pajak, Direktur Potensi dan Sistem Perpajakan, Direktur Transformasi Proses Bisnis.

Ia juga sempat menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara, sebelum akhirnya menjabat Dirjen Pengelolaan Utang yang kemudian bersalin nama menjadi Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

Siapapun yang menjabat Dirjen Pajak bakal mengemban tugas berat mengawal penerimaan pajak. Hingga akhir Oktober lalu, penerimaan pajak baru mencapai sekitar 68% dari target tahun ini yang sebesar Rp 1.283,6 triliun.

Tahun depan, tantangan kian berat lantaran target penerimaan perpajakan dipatok naik hampir 10% dari target tahun ini. (Baca juga: Sri Mulyani Akui Butuh Kerja Keras Kejar Target Penerimaan Pajak 2018)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan