Pernah Ikut Lelang Proyek e-KTP, Anak Setnov Mangkir Diperiksa KPK

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

24/11/2017, 13.27 WIB

Anak Setya Novanto diketahui pernah menjabat sebagai komisaris di PT Murakabi Sejahtera, peserta lelang proyek e-KTP.

Setnov Kecelakaan
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunandi saat menunjukkan foto Setya Novanto yang sedang dirawat di RS Medika Permata Hijau, Jakarta, Kamis (16/11).

Anak perempuan Setya Novanto, Dwina Michaella, tak menghadiri pemeriksaan yang dijadwalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/11). Dwina sedianya akan diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan Dwina tak akan menghadiri pemeriksaan karena belum menerima surat panggilan dari KPK. "Enggak kan surat panggilannya enggak ada," kata Fredrich ketika dikonfirmasi, Jumat (24/11).

Fredrich mengatakan, surat itu belum diterima lantaran dikirim ke alamat yang salah. Menurutnya, surat panggilan terhadap Dwina dikirimkan ke rumah Novanto di Jalan Wijaya XIII, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sementara, Fredrich menyebut Dwina kini tak tinggal di rumah tersebut. "Anak-anaknya kan sudah punya rumah masing masing," kata Fredrich. (Baca juga: Saksi Kasus e-KTP, Istri Setya Novanto Dicegah ke Luar Negeri)

KPK berencana memeriksa Dwina sebagai saksi untuk Novanto. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, surat panggilan terhadap Dwina telah disampaikan secara patut. "Kami ingatkan agar para saksi yang dipanggil untuk memenuhi kewajiban hukum hadir menghadap penyidik," kata Febri.

KPK saat ini sedang mendalami keterlibatan keluarga Novanto dalam kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun ini. Dalam sidang e-KTP pada Jumat (3/11) lalu, Dwina diketahui pernah menjabat sebagai Komisaris di PT Murakabi Sejahtera.

PT Murakabi Sejahtera didirikan pada 2007 bersama adik Andi Agustinus, Vidi Gunawan sempat mengikuti lelang pengadaan KTP-elektronik. Namun, perusahaan tersebut kalah dari Konsorsium PNRI.

(Baca juga:  Setya Novanto Ajukan Praperadilan, Sidang Digelar Sepekan Lagi)

Sementara itu, istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, diketahui pernah memegang saham mayoritas di PT Mondialindo Graha Perdana yang memiliki saham di Murakabi. Deisti disebut memiliki 50% saham Mondialindo selama kurun waktu 2008-2011.

Deisti juga berbagi saham dalam Mondialindo dengan anak Novanto lainnya, Rheza Herwindo. Rheza diketahui memiliki 30% saham Mondialindo. KPK kemarin memanggil anak Novanto, Rheza Herwindo untuk diperiksa. Namun, Rheza tidak menghadiri panggilan KPK. "Tidak ada informasi alasan ketidakhadiran," kata Febri.

(Baca juga: Berulangkali Jawab Tidak Tahu, Setnov Ditegur Hakim di Sidang e-KTP)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan