Saingi Pertamina, Vivo Buat 3 Kilang Minyak Berkapasitas 460 Ribu Bph

Penulis: Arnold Sirait

24/11/2017, 15.12 WIB

Dua kilang akan dibangun di Indonesia bagian barat. Sedangkan satu kilang di Indonesia bagian Timur.

Kilang Minyak
KATADATA
Kilang Minyak

PT Vivo Energy Indonesia berencana membangun tiga kilang minyak di Indonesia dengan kapasitas total 460 ribu barel per hari (bph). Tujuannya agar produk hasil kilang minyak itu bisa disuplai ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Vivo.

Corporate Communication PT Vivo Energy Indonesia Maldi Al-Jufrie mengatakan pembangunan kilang pertama akan dimulai tahun depan. Lokasi pembangunan kilang terletak di Indonesia bagian barat. Kapasitasnya  170.000 bph. “Kami berkomitmen membangun kilang,” kata dia di Jakarta, Jumat (24/11).

Sementara itu, kilang kedua akan dibangun tahun 2019. Lokasi kilang ini masih di Indonesia bagian Barat. Namun, Maldi enggan merincinya. Kapasitas kilang kedua ini adalah 90 ribu bph.

Kemudian, tahun 2022, Vivo akan membangun kilang ketiga di Indonesia bagian Timur. Kapasitas kilang ini merupakan yang terbesar dibandingkan dua sebelumnya, yakni mencapai 200 ribu bph.

Sayangnya, Maldi enggan merinci besaran investasi yang dibutuhkan untuk membangun tiga kilang tersebut. Yang jelas investasi itu akan berasal dari induk perusahaannya, Vitol Group.

Ketiga kilang tersebut rencananya akan memproduksi Bahan Bakar Minyak berkadar 89 dan 90. Produk kilang itu nantinya akan digunakan untuk memasok SPBU milik Vivo. "Setelah kilang beroperasi, kami akan mengoptimalkan pasokan BBM dari sana,” ujar Maldi.    

Saat ini memang Vivo Energy baru memiliki satu SPBU di Cilangkap, Jakarta Timur. SPBU tersebut menjual BBM berkadar oktan 89,92 dan 90. Sedangkan pasokannya saat ini masih impor dari Vitol Group.

Namun, tahun depan, Vivo berencana membangun 25 SPBU yang 90%-nya berada di Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang. Dari rencana tersebut, sudah ada 15 SPBU yang masuk tahap konstruksi.

(Baca: Vivo Naikkan Harga BBM Jenis Revvo 89 Jadi Rp 6.300)

Menurut Maldi jika kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, produk hasil kilang itu bisa diekspor ke luar negeri. “Kan posisinya strategis. Kami bisa salurkan ke Australia," ujar dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan