Arcandra Buka Pintu Investor Selain Total dan Inpex Masuk Blok Mahakam

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Arnold Sirait

27/11/2017, 19.28 WIB

“Banyak yang mau masuk. Kan business to business, jadi boleh siapa saja,” kata Arcandra.

IPA 2017
Arief Kamaludin|Katadata
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar memberikan tinjauan persoalan migas di stand pamer Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, (17/5).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar membuka peluang kepada kontraktor selain Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation ikut bergabung menjadi mitra PT Pertamina (Persero) di Blok Mahakam. Apalagi hingga kini mitra perusahaan pelat merah itu belum ditentukan.

Menurut Arcandra, sudah ada beberapa investor yang ingin memiliki hak kelola di Blok Mahakam. “Banyak yang mau masuk. Kan business to business jadi boleh siapa saja,” kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (27/11).

Meski banyak yang berminat, Arcandra enggan menyebut nama kontraktor minyak dan gas bumi (migas) tersebut. Yang jelas, kontraktor yang ingin memiliki hak kelola di Blok Mahakam harus berbicara dengan PT Pertamian (Persero).

Berdasarkan data yang dihimpun Katadata.co.id, salah satu kontraktor yang berminat adalah  Mubadala Petroleum. Keinginan itu disampaikan pimpinan Mubadala kepada Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, saat berkunjung ke Jakarta, awal November lalu.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial tidak menutup peluang tersebut. “Soal Mahakam, mereka juga sempat tanya. Kami sebagai Pemerintah bilang, silakan business to business ke Pertamina,” kata Ego dalam keterangan resminya, Rabu (8/11). 

Kontrak Blok Mahakam ini akan berakhir pada 31 Desember 2017 nanti. Pemerintah sebenarnya sudah memberikan hak kelola 100% kepada PT Pertamina (Persero) ketika kontrak berakhir. Bahkan kontrak baru itu sudah ditandatangani akhir tahun 2015.

Meski memberikan hak kelola 100% ke Pertamina, pemerintah memberikan peluang kepada Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation memiliki hak kelola di Blok Mahakam. Dalam surat yang ditandatangani Sudirman Said saat menjabat Menteri ESDM, kedua operator eksisting tersebut bisa memperoleh hak kelola maksimal 30%.

(Baca: Pertamina Minta Surat Menteri Direvisi Jika Total Ingin 39% Mahakam)

Namun, Menteri ESDM saat ini Ignasius Jonan memberikan peluang Total dan Inpex memperoleh hak kelola di Blok Mahakam hingga 39%. "Penawaran saham bisa mencapai maksimal 39 persen kepada kontraktor  eksisting, dan Pertamina bisa melaksanakan kegiatan operasi produksi bersama-sama dengan kontraktor eksisting," kata Jonan berdasarkan siaran persnya, Jumat (10/3).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan