Tarif Final Kereta Bandara Soekarno Hatta Tunggu Peresmian oleh Jokowi

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Yuliawati

28/11/2017, 20.40 WIB

Meski belum ada kejelasan harga tiket final, Rini memastikan akan ada tarif promosi pada tahap awal pengoperasian hingga 31 Desember 2017.

Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (KA Basoetta) tiba di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta saat uji coba perdana di Tangerang, Banten, Sabtu (25/11).

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menyatakan pemerintah belum memastikan tarif kereta bandara Soekarno Hatta. Keputusan harga tiket akan ditentukan ketika moda transportasi ini diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami masih pelajari, (perbandingan) kalau naik taksi berapa. Nanti kami usulkan ke Presiden," kata Rini usai menjajal kereta tersebut di stasiun Sudirman, Jakarta, Selasa (28/11).

Rencananya, Jokowi akan meresmikan pengoperasian kereta bandara pada awal Desember. Peresmian menunggu kesiapan pekerjaan teknis berupa pembersihan dan stabilisasi trek kereta. "Mungkin di atas tanggal 7 Desember (diresmikan Jokowi)," ujar Rini.

(Baca juga: Beroperasi Awal Desember, Tarif Promo Kereta Bandara Soetta Rp 30 Ribu)

Meski belum ada kejelasan harga tiket final, Rini memastikan akan ada tarif promosi pada tahap awal pengoperasian hingga 31 Desember 2017, antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Mulai tanggal 1 Januari 2018 akan diberlakukan tarif normal, dengan perkiraan harga tiket sekitar Rp 100 ribu.

Rini mengatakan, kemungkinan pemerintah tak akan memberikan subsidi berupa Public Service Obligation (PSO) karena dapat membebani anggaran negara. Meski demikian, Rini berharap berlaku harga yang kompetitif dan dapat terjangkau masyarakat.

"Saya harapkan kereta ini bisa berdiri sendiri tanpa membebani anggaran negara," ujarnya. (Baca juga: Pertama Sejak Berdiri, Obligasi PT KAI Rp 2 Triliun Diserbu Investor)

Rini mengatakan proyek pembangunan kereta bandara sempat terkendala pembebasan lahan dan kegiatan memindahkan pabrik, madrasah, hingga masjid. Namun sejak pembebasan dan pembongkaran bangunan selesai April lalu, pekerjaan dapat dikebut. "Kewajibannya (kami) bangun kembali baru mereka mau pindah," ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaludin mengatakan hadirnya kereta bandara dapat menambah opsi transportasi masyarakat. Dia juga menargetkan dalam dua atau tiga tahun ke depan AP II akan memperbesar porsi transportasi publik ke bandara.

"Agar transportasi pribadi tidak memenuhi jalur masuk dan keluar bandara," ujarnya. 

Proyek KA Bandara Soekarno Hatta (BSH) dijalankan berdasarkan Perpres Nomor 83/2011 yang menunjuk PT KAI untuk membangun prasarana dan sarana KA Bandara Soekarno Hatta. Selain melibatkan KAI, pembangunan KA Bandara melibatkan PT Len Industri (Persero) yang membangun persinyalannya dan PT INKA (Persero) sebagai pembuat keretanya.

Total ruas jalur kereta bandara sepanjang 36,3 kilometer, terdiri dari jalur yang telah ada sepanjang 24,2 km dan trek baru (Batuceper-Bandara Soetta) sepanjang 12,1 km.

Kapasitas kereta bandara mampu mengangkut 272 penumpang yang terdiri dari 10 trainset yang dimiliki oleh PT Railink. Dalam satu hari setidaknya dapat dioperasikan 124 KA dengan headway setiap 15 menit sekali, sehingga perkiraan total daya angkut 33.728 tempat duduk per hari. 

(Baca: Pemerintah Kaji Kereta Bandara Keluar dari Proyek Strategis)

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan