Lantik Dirjen Pajak Baru, Sri Mulyani: Jangan Buat Takut Wajib Pajak

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Yuliawati

30/11/2017, 21.20 WIB

Sri Mulyani mengingatkan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dalam mengejar target penerimaan pajak.

Pelantikan Dirjen Pajak Robert Pakpahan
Katadata/Desy Setyowati
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik Robert Pakpahan sebagai Dirjen Pajak, di Gedung Kementerian Keuangan, Kamis (30/11).

Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik Robert Pakpahan sebagai Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) baru, menggantikan Ken Dwijugiasteadi yang memasuki masa pensiun per 1 Desember 2017. Robert dipilih dalam rapat Tim Penilai Akhir yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Rabu (29/11) kemarin.

Robert mengenakan batik berwarna coklat yang didampingi istrinya dengan warna yang senada. Selain Robert, Sri Mulyani melantik Lucky Al Firman yang menggantikan posisi Robert sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.

“Saya sampaikan kepada Pak Robert, tugas sebagai pemimpin dirjen pajak untuk kumpulkan penerimaan pajak dalam sebulan terakhir 2017 adalah tugas yang sangat berat,” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Kamis (30/11).

(Baca: Google Bayar Pajak di Hari Terakhir Ken Jabat Dirjen Pajak)

Sri Mulyani lebih lanjut mengatakan meskipun Robert bakal menghadapi tugas yang berat dalam mengejar target penerimaan pajak, namun dia mengingatkan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, dengan tidak membuat wajib pajak khawatir.

"Saya berpesan khusus agar Robert juga tetap menjaga kepercayaan wajib pajak agar mereka tidak merasa khawatir atau ketakutan," kata Sri.

Sri Mulyani juga mengingatkan soal peringatan Bank Indonesia (BI) yang menyebutkan bahwa ketidakpastian ekonomi dunia masih akan berlanjut, sehingga penting bagi Dirjen Pajak untuk tidak membuat dunia usaha semakin khawatir.

Bila memungkinkan,  kebijakan terkait pajak justru mendukung pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Untuk itu, Sri meminta Robert memperkuat kerja sama dengan BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Saya tegaskan ke Robert sebagai Dirjen pajak baru untuk tegakan aturan dan disiplin staf dan bangun tata kelola dan reputasi dari Dirjen pajak. Maka kami bisa jalankan tugas yaitu kumpulkan penerimaan pajak yang cukup tinggi di 2017 dan 2018 tanpa mengganggu momentum pemulihan ekonomi dan bahkan harus memperkuat pemulihan ekonomi," ujar dia.

Sri juga meminta Robert melanjutkan reformasi perpajakan terutama di bidang sistem informasi dan basis data. Dia mengingatkan alasan dipilihnya Robert karena Presiden Jokowi percaya dengan pengalaman Robert yang selama 10 tahun menjalankan reformasi perpajakan.

"Bagi Pak Presiden ini dipercayakan ke Robert. Karena percaya dengan pengalaman dan pemahaman di bidang perpajakan dalam kapasitas sebelumnya dan pengalaman dalam jalankan reformasi di bidang perpajakan," kata Sri.

(Baca: Pemerintah Butuh Dirjen Pajak Moderat, Robert Pakpahan Dinilai Cocok)

Sementara itu Robert mengatakan bahwa dalam jangka pendek dirinya akan fokus mengamankan penerimaan pajak di sisa tahun ini. Tujuannya, agar defisit anggaran bisa sesuai target yakni 2,67% dan maksimal 2,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Ini amanat yang penuh tantangan saya akan lakukan sebaik-baiknya. Arahan Menkkeu banyak arahan yang spesifik. Jangka pendek, di sisa 2017 yang akan saya lakukan adalah mengamankan penerimaan pajak sebaik mungkin maka bisa menopang APBN," kata dia.

Dalam masa sebulan pertama bekerja, Robert memiliki beban mencari penerimaan hingga Rp 282,4 triliun agar mencapai target pajak 2017 sebesar Rp 1.283,6 triliun. Hingga akhir November ini penerimaan pajak diperkirakan mencapai 78% dari target atau sekitar Rp 1.001,2 triliun.

(Baca juga: Suhu Politik Menghangat, Pemerintah Sengaja Buat APBN 2018 Konservatif)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan