RSPO Beri Bantuan Rp 33 Miliar untuk Sertifikasi Sawit Global

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

1/12/2017, 17.00 WIB

Di Indonesia, dana sebesar Rp 5,2 miliar telah disalurkan untuk 6.489 petani di berbagai daerah.

sawit
ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) menargetkan peningkatan sertifikasi sawit di negara-negara produsen. Salah satunya adalah memberikan bantuan terhadap petani rakyat lewat skema RSPO Smallholder Support Fund (RSSF).

 “Kami mendorong negara produsen untuk menunjukkan dampak terhadap mengimplementasikan praktik keberlanjutan, juga lewat sertifikasi RSPO,” kata Global Outreach & Engagement Director RSPO Stefano Savi dalam keterangan resmi dari Bali, Rabu (29/11).

Ada tiga tipe pendanaan RSSF, yaitu proyek sertifikasi petani kecil, dana audit sertifikasi petani kecil, dan proyek tak langsung bagi petani kecil. RSPO telah membantu pendanaan sebesar Rp 33 miliar untuk seluruh dunia.

“Dana digunakan untuk mendukung kelompok petani rakyat independen tuntuk mendapatkan sertifikat RSPO,” kata Stefano. (Baca juga: Pemerintah Kaji Perluasan Dana Perkebunan dari Sawit ke Karet

Ia menyebut, dana sebesar Rp 5,2 miliar telah disalurkan untuk 6.489 petani rakyat untuk membantu proses sertifikasi lahan sebanyak 13.313 hektare di daerah Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Kalimantan Tengah.

Petani rakyat yang dituju adalah kelompok yang bekerja dalam bentuk komunitas dan membutuhkan akses untuk menjadi profesional, memperbaiki kapasitas bangunan, dan infrastruktur dalam praktik produksi kelapa sawit berkelanjutan.

“Nilai tambah mempelajari praktik manajemen yang baik, petani rakyat bersertifikasi bisa mengembangkan akses pasar domestik dan internasional untuk kelapa sawit berkelanjutan,” ujar Stefano.

Menurut prediksinya, pada 2020, Uni Eropa bakal mengkonsumsi 100% kelapa sawit berkelanjutan. Rinciannya, 50% dari Indonesia dan Malaysia, 30% dari India, 10% dari Tiongkok, dan sisanya dari negara lain.

Data RSPO, pada 30 Juni 2017, total 3,2 juta hektare lahan kelapa sawit dari 16 negara sudah bersertifikasi, meningkat 14% dari jumlah data 30 Juni 2016. Di Indonesia, hampir 1,72 juta hektare lahan sudah memiliki sertifikat RSPO, naik 11% dari tahun lalu.

“Selama 9 tahun kami menciptakan standar, kami telah melihat kemajuan yang baik di pasar terkait RSPO,” tutur Stefano. (Baca juga: Sertifikasi Kebun Sawit Indonesia Masih Harus Digenjot)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan