Bandara Tanjung Warukin Dioperasikan Kembali

Penulis: Arnold Sirait

4/12/2017, 19.04 WIB

Dengan adanya alternatif transportasi udara ini masyarakat dan pelaku bisnis dapat memangkas waktu tempuh dari Tabalong ke Banjarmasin sekitar 4- 5 jam.

Pertamina
Katadata | Arief Kamaludin

PT Pertamina (Persero) akhirnya mengoperasikan kembali Bandar Udara (Bandara) di Tanjung Warukin, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Pengoperasian kembali Bandara ini tujuannya untuk mengoptimalkan aset perusahaan.

Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan bandara milik Pertamina ini memang sudah tidak beroperasi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini bisa membebani perusahaan dari segi biaya pemeliharaan.

Dengan pengoperasian kembali itu harapannya bisa mengurangi biaya pemeliharaan. Selain itu juga menghindari penguasaan aset oleh pihak lain, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tabalong dan sekitarnya.

Alhasil, aset yang dimiliki bisa lebih dioptimalkan. ”Ini sekaligus menjadi revenue tambahan bagi perusahaan,” kata dia berdasarkan keterangan resminya, Senin (4/12).

Untuk pelaksanaan operasional, Pertamina menjunjuk anak perusahaannya PT Pelita Air Service. Mereka nantinya akan  bekerjasama pengelolaan bandara (Kerja Sama Operasi/KSO) dengan UPT/ Dinas Perhubungan Pemkab Tabalong.

Untuk mengoptimalkan pengoperasian, Pertamina telah melakukan renovasi fasilitas bandara. Di antaranya Overlay Taxiway & Runway, Instrumentasi Bandara, Renovasi Terminal, Renovasi Tower, Marking, Perbaikan Apron, dan Pagar Perimeter.

Bandara Udara Pertamina di Tanjung Warukin, Kab. Tabalong tersebut berbatasan dengan empat Kabupaten yakni Penajam Paser Utara, Barito, Balangan, dan Hulu Sungai Utara. Harapannya bandara ini bisa melayani kebutuhan transportasi udara masyarakat umum dan pekerja Pemerintah Kabupaten Tabalong dan sekitarnya serta masyarakat dari aktivitas bisnis pertambangan batubara, migas dan perkebunan yang menjadi kegiatan utama di Kabupaten Tabalong dengan jumlah penduduk 243.477 jiwa.

Adapun jarak tempuh dari Kabupaten Tabalong menuju Banjarmasin (± 150 km) melalui jalur darat selama ini membutuhkan waktu enam jam.  Dengan adanya alternatif  transportasi udara ini masyarakat dan pelaku bisnis dapat memangkas waktu tempuh sekitar 4- 5 jam.

Selain di wilayah Kabupaten Tabalong, potensi penumpang juga diperkirakan dari enam Kabupaten. Mereka yakni Balangan, Paser, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai  Utara, Hulu Sungai Selatan & Barito Timur.

Bandar Udara Pertamina Tanjung Waruki ini akan melayani delapan penerbangan domestik per hari dengan 4 (empat) rute / tujuan penerbangan. Di antaranya adalah yakni Bandar Udara Halim Perdana Kusuma (Jakarta), Bandar Udara Juanda (Surabaya), Bandar Udara Adi Sumarmo (Solo) dan Bandar Udara Syamsudin Noor (Banjarmasin).

(Baca: 2 Menteri Janji Kebut Proyek Bandara, Kereta dan Tol Jawa Tengah)

Bandar Udara Pertamina Tanjung Waruki ini memiliki panjang runway 1.400 m x 30 m, dengan ketinggian 196,85 Ft (60 M) MSL ini akan melayani penerbangan dengan tipe pesawat ATR 72. Jam operasional hanya berlangsung dari pukul 06.00 – 18.00 WITA.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan