Menhub Cari Solusi Atasi Aksi Mogok Buruh Bongkar Muat

Penulis: Ameidyo Daud Nasution

Editor: Safrezi Fitra

4/12/2017, 18.41 WIB

Budi mengapresiasi keberadaan para buruh angkut pelabuhan sebagai bagian penting pelabuhan yang harus tetap ada.

PENCEGAHAN KORUPSI PROYEK KEMENHUB
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan Kementerian Perhubungan sedang berdialog dengan para buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) untuk mencari solusi terbaik. Hal ini seiring aksi mogok yang dilakukan Induk Koperasi TKBM hari ini.

Budi menyatakan mengapresiasi keberadaan para buruh angkut pelabuhan sebagai bagian penting pelabuhan yang harus tetap ada. “Kami terus cari solusi terbaik,” kata Budi di kantornya, Jakarta, Senin (4/12).

Ada beberapa alasan yang menjadi alasan Inkop TKBM menggelar mogok hari ini. Salah satunya karena adanya pencabutan Surat Keterangan Bersama (SKB) Kemenhub, Kementerian Koperasi, serta Kementerian Ketenagakerjaan yang menjadi payung hukum induk koperasi TKBM.

Menurut Ketua Umum Induk Koperasi (Inkop) TKBM Sugito, pihaknya menerima informasi bahwa pengelolaan TKBM dapat dilakukan badan usaha atau dengan Perseroan Terbatas. Hal ini jadi salah satu pangkal protes Inkop TKBM. “Ini jelas kami tolak," katanya kemarin.

Mogok juga dilakukan oleh sejumlah koperasi TKBM pada hari ini, diantaranya terjadi di Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Garongkong, Pelabuhan Manado, Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang), hingga Pelabuhan Makassar. (Baca: Pengusaha Ingin Pemerintah Pastikan Mogok Pekerja JICT Tak Terulang)

Bukan kali ini saja demontrasi di sektor pelabuhan Indonesia terjadi. Pada awal Agustus lalu Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (SP JICT) juga menggelar demonstrasi, lantaran menganggap adanya penurunan bonus 42 persen dibandingkan yang diterima pada 2015.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menilai tak seharusnya para pekerja melakukan demonstrasi. Sebab, para pekerja JICT telah memiliki pendapatan yang cukup tinggi. Menurutnya, pendapatan pekerja JICT merupakan yang tertinggi kedua di dunia.

"Mereka dapat bayaran nomor tinggi kedua di dunia kok masih ribut, aneh-aneh," kata Luhut saat itu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan