BCA Siapkan Uang Elektronik Tanpa Top-Up untuk Bayar Tol

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Safrezi Fitra

5/12/2017, 13.28 WIB

"Untuk yang otomatis Top-up sedang dipelajari untuk yang server base dan akan terkoneksi dengan MLFF untuk jalan tol," ujar Santoso.

BCA
Arief Kamaludin|KATADATA
BCA kembangkan sistem yang mendukung pembayaran tol tanpa henti.

PT Bank Central Asia Tbk., sedang mengembangkan sistem yang akan digunakan untuk mendukung pembayaran tol tanpa henti (multi line free flow/MLFF) dan Electronic Road Pricing (ERP) yang rencananya akan diterapkan di DKI Jakarta. Sistem ini akan berbentuk uang elektronik (e-money) yang bisa mendebet uang nasabah tanpa harus melakukan isi ulang (top-up).

Direktur BCA Santoso Liem mengatakan saat ini pihaknya memang telah memiliki dua produk e-money. Pertama, uang elektronik dengan berbasis kartu seperti Flazz yang banyak digunakan masyarakat saat ini. Kedua, uang elektronik berbasis server yang saat ini dinamakan Sakuku.

"Untuk yang otomatis Top-up sedang dipelajari untuk yang server base dan akan terkoneksi dengan MLFF untuk jalan tol," ujar Santoso saat dihubungi Katadata, Selasa (5/12). Namun, rencana ini menunggu kesiapan dari program pemerintah terkait jalan tol itu sendiri ataupun ERP di Jakarta.

Rencananya produk ini baru akan diluncurkan saat MLFF dan ERP resmi diterapkan di Indonesia. Namun, Santoso masih belum bisa memastikan apakah akan menggunakan Sakuku yang ada saat ini atau mengeluarkan produk e-money baru berbasis server tersebut, tetapi harus meminta izin otoritas terkait.

"Kalau produk lama yang dimanfaatkan tidak perlu izin tapi setidaknya melaporkan saja," ujar Santoso. Artinya, teknologi BCA berbasis server ini akan dimasukan dalam sistem dua program tersebut. (Baca: Beralih ke Digital, Bank Bakal Rekrut Lebih Banyak Ahli Teknologi)

Pada prinsipnya, BCA siap mendukung program yang dicanangkan pemerintah tersebut. Memang, diharapkan pembayaran tol tidak perlu lagi melakukan "Tap" atau menempelkan kartu pada mesin pembaca. Apabila menggunakan teknologi On Board Unit (OBU) generasi lama, mobil yang melalui jalan tersebut masih harus berhenti dulu.

"Tapi kalau MLFF, jalan 40-50 km/jam rekening terdebet. Malah yang tercanggih, kecepatan di atas 100 km/jam terdebet," ujarnya.

Menurut Santoso, e-money berbasis kartu juga tetap akan berkembang penggunaannya ke depan. Alasannya, e-money berbasis kartu ini masih sangat relevan untuk penggunaan layanan bus dan kereta. Selain itu, pembayaran parkir pun masih membutuhkan e-money jenis ini.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) saat ini tengah melakukan kajian terkait teknologi yang akan digunakan untuk mengoperasikan sistem MLFF. Artinya, pengguna tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol. (Baca: BPJT Targetkan Sistem Tol Tanpa Berhenti Diterapkan Tahun Depan)

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BPJT Wahyudi Mandala Putra mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan sistem MLFF tersebut agar bisa diterapkan paling lambat akhir tahun 2018. Salah satu persiapan yang tengah dilakukan yakni mengkaji teknologi yang akan diterapkan untuk mendukung sistem tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang akan segera menerapkan system tersebut untuk program jalan berbayar secara elektronik atau ERP. BPJT ingin agar teknologi yang digunakan di jalan tol dan ERP bisa terintgrasi. Sehingga, tidak perlu adanya hal-hal bersifat teknis yang dilakukan dua kali oleh pengemudi atau pemilik kendaraan. 

“Kami mau cari teknologi yang bisa dipakai semua,” ujar Wahyudi. (Baca: Jasa Marga Uji Coba JM Access, Lewat Pintu Tol Tak Perlu Berhenti)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan