Komisi I Gelar Uji Kelayakan Calon Panglima TNI Pekan Ini

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Yuliawati

5/12/2017, 16.01 WIB

DPR berencana menggelar rapat paripurna hasil uji fit and proper test sebelum berakhirnya masa reses.

KSAU TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
KSAU TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) meninjau Pameran Dirgantara 2017 di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (20/4).

Komisi I DPR RI berencana menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sesegera mungkin terhadap calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. DPR RI akan menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan sebelum memasuki masa reses pada 14 Desember 2017.

Wakil Ketua Komisi I Meutya Hafid mengatakan, pihaknya berencana menggelar fit and proper test pada pekan ini. Pasalnya, masa kerja DPR hanya akan aktif hingga Rabu (13/12) pekan depan.

"Jadi sesegera mungkin dalam artian minggu ini kami sudah fit and proper," kata Meutya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/12).

(Baca: Jenderal Gatot Siap Berhenti sebagai Panglima TNI Sebelum Masa Pensiun)

Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin memprediksi bahwa fit and proper test akan dilaksanakan pada Rabu (6/12). Menurutnya, hal tersebut akan dilaksanakan besok agar pada pekan depan sudah bisa dilaporkan dalam rapat paripurna.

"Supaya minggu depan sudah segera dilaporkan dan kami tidak punya lagi beban," kata TB Hasanuddin.

Rencananya, Komisi I akan melakukan rapat internal siang ini untuk membahas penjadwalan fit and proper test terhadap Hadi. Selain itu, rapat internal Komisi I juga akan membahas bagaimana mekanisme fit and proper test akan dilaksanakan.

"Komisi I akan rapat koordinasi untuk menentukan kapan acara fit and proper test," kata TB Hasanuddin.

Meutya mengatakan, nantinya Komisi I akan menyoroti perihal rekam jejak, profesionalitas, integritas, dan laporan kekayaan Hadi. Selain itu, Komisi I juga akan menanyai Hadi mengenai persiapan menghadapi Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

"Tapi beliau memang karena KSAU, sudah cukup lama juga sering ikut rapat mendampingi Panglima (Gatot Nurmantyo). Jadi saya rasa beliau bukan sosok yang baru di Komisi I karena sudah tahu track record-nya," kata Meutya.

(Baca: Ditunjuk Jokowi Jadi Calon Panglima TNI, Marsekal Hadi: Mohon Doa)

Selain itu, Komisi I dalam fit and proper test juga akan mempertanyakan mengenai visi dan misi Hadi untuk menjabat sebagai Panglima TNI. Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra mengatakan, dari visi misi Hadi akan lebih didalami mengenai masalah lain yang disorot Komisi I.

"Visi misi akan kami dalami, apa yang dimaksud, bagaimana wujud konkretnya," kata Supiadin.

Menurut Meutya, Hadi selama ini merupakan sosok dengan rekam jejak yang baik. Hadi pun dinilai dapat menanjaki karir yang cukup cepat.

"Sejauh ini belum ada catatan atau laporan buruk mengenai calon Panglima. Beliau juga termasuk salah satu prajurit yang cukup melesat cepat, sehingga saya rasa tidak terlalu masalah," kata Meutya.

Presiden RI Joko Widodo sebelumnya telah mengajukan surat pemberhentian Jenderal Gatot Nurmantyo dan pengangkatan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI pada Senin (4/12) pagi. Surat tersebut bernomor R54/Pres/12/2017 tanggal 3 Desember 2017 perihal pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI.

Surat pengajuan tersebut telah resmi dibacakan pada rapat paripurna yang digelar hari ini. "Surat akan dibahas sesuai mekanisme yang berlaku," kata Wakil Ketua DPR Fadil Zon yang memimpin rapat paripurna.

(Baca: Uji Calon Panglima, DPR Bakal Cecar Hadi Soal Pengamanan Pemilu)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan