Desember, Batas Akhir Proposal Pengelolaan Blok Habis Kontrak

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

6/12/2017, 19.38 WIB

"Masih kami beri waktu, pokoknya pertengahan bulan ini batas akhir," kata Ego.

Rig Minyak
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menunggu proposal dari kontraktor eksisting yang masih tertarik mengelola empat blok minyak dan gas bumi (migas) yang akan berakhir kontraknya. Proposal yang berisi tentang program kerja ketika menjadi operator di blok tersebut ditunggu hingga pertengahan bulan ini. 

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrizal  mengatakan pemberian waktu itu untuk memberikan kesempatan kontraktor eksisting menyusun proposal. "Masih kami beri waktu, pokoknya pertengahan bulan ini batas akhir," kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (5/12).

Adapun keempat blok migas tersebut adalah Sanga-sanga, South East Sumatera, Ogan Komering dan Tuban. Keempat blok ini sebenarnya sudah ditugaskan kepada PT Pertamina (Persero) sejak Januari lalu.

Bahkan manajemen Pertamina sudah mengajukan proposal kepada pemerintah. Namun, operator empat blok itu ternyata masih berminat melanjutkan kontrak dengan skema kontrak gross split selama 20 tahun. 

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan beberapa kontraktor eksisting di blok tersebut kini masih mendiskusikan internal sebelum mengajukan proposal final kepada Kementerian ESDM. Salah satunya adalah CNOOC yang mengelola blok South East Sumatera (SES). “Blok SES CNOOC masih menunggu persetujuan dari head office," kata dia. 

Di sisi lain, pemerintah memiliki beberapa kriteria penilaian untuk menentukan operator di blok yang akan berakhir kontraknya tersebut. Pertama adalah jumlah kegiatan untuk mempertahankan produksi. Kedua, operator bisa menjaga biaya produksi per barel tidak membengkak.

(Baca: Pertamina dan Kontraktor Lama Berebut Jadi Operator di 4 Blok Migas)

Jadi, meskipun Pertamina sudah mendapatkan penugasan, belum tentu bisa menjadi operator. “Pemerintah akan mengevaluasi. Kalau kontraktor eksisting bisa menawarkan sesuatu yang spektakuler dan meyakinkan pemerintah kalau produksi meningkat, kami kasih,” kata Ego beberapa waktu lalu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan