Menhub Bidik Tarif Kereta Bandara Soetta Rp 70-80 Ribu Dibantu Sponsor

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Martha Ruth Thertina

6/12/2017, 21.18 WIB

Penurunan tarif dinilai bisa meningkatkan pemanfaatan Kereta Bandara Soetta oleh masyarakat. Apalagi daya beli masyarakat disebut-sebut melemah.

PERSIAPAN OPERASI KERETA BANDARA
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno (ketiga kiri) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) meninjau kesiapan proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Minggu (12/3). Stasiun Sudirman Baru akan mul

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pihaknya tengah berupaya agar tarif Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) bisa lebih murah dari rencana awal yaitu Rp 100 ribu untuk satu kali perjalanan. Berbagai upaya akan dilakukan untuk bisa merealisasikan rencana tersebut.

Budi mengatakan, tarif Rp 100 ribu masih terlalu mahal bagi masyarakat. Adapun penurunan tarif dinilai bisa meningkatkan pemanfaatan (utilisasi) modal transportasi tersebut oleh masyarakat. Apalagi, daya beli disebut-sebut melemah. "Ada indikasi kami (tetapkan) Rp 70-80 ribu," kata dia di Kompleks Istana Bogor, Rabu (6/12). 

Menurut dia, pihaknya akan membantu mencari sponsor guna menutupi kekurangan tarif keekonomian Kereta Bandara Soetta. Dengan begitu, masyarakat bisa menikmati tarif yang lebih murah.

Rencananya, Presiden Joko Widodo akan meresmikan pengoperasian kereta bandara Soetta pada Senin (11/12), pukul 10.00 WIB. Hingga akhir Desember 2017, status operasional masih uji coba sehingga bakal berlaku tarif promosi. Sebelumnya, tarif promosi ditetapkan Rp 30 ribu. (Baca juga: Beroperasi Awal Desember, Tarif Promo Kereta Bandara Soetta Rp 30 Ribu)

Proyek Kereta Bandara Soekarno Hatta (BSH) dijalankan berdasarkan Perpres Nomor 83/2011 yang menunjuk PT KAI untuk membangun prasarana dan sarana KA Bandara Soekarno Hatta. Selain melibatkan KAI, pembangunan KA Bandara melibatkan PT Len Industri (Persero) yang membangun persinyalannya dan PT INKA (Persero) sebagai pembuat keretanya. (Baca juga: Pertama Sejak Berdiri, Obligasi PT KAI Rp 2 Triliun Diserbu Investor)

Total ruas jalur kereta bandara sepanjang 36,3 kilometer (km), terdiri dari jalur yang telah ada sepanjang 24,2 km dan trek baru (Batu Ceper-Bandara Soetta) sepanjang 12,1 km.

Adapun operator kereta api Bandara Soetta yakni PT Rainlink bakal menyiapkan 10 rangkaian kereta. Masing-masing rangkaian terdiri dari enam gerbong dengan total kapasitas 272 penumpang.

Pada awal operasional, kereta bakal melayani rute Stasiun Sudirman Baru - Stasiun Duri – Stasiun Batu Ceper - Bandara Soekarno Hatta. Waktu tempuh untuk rute tersebut sekurang-kurangnya 45 menit. Namun, nantinya, rute akan diperpanjang yaitu dari Stasiun Manggarai.

Kereta ini beroperasi mulai pukul 03.10 pagi dari Sudirman Baru untuk mengejar pesawat pertama, dan terakhir pada pukul 00.40 malam dari Bandara Soetta.

Adapun ke depan, PT Angkasa Pura II menargetkan porsi transportasi publik ke Bandara Soetta bakal diperbesar. "Agar transportasi pribadi tidak memenuhi jalur masuk dan keluar bandara," kata Dirut AP II Muhammad Awaludin. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan