Pertamina Teken Kontrak Kontruksi Fasilitas Gas Jambaran-Tiung Biru

Penulis: Arnold Sirait

6/12/2017, 09.47 WIB

Konsorsium Rekayasa Industri memenangi tender EPC GPF Proyek JTB karena memberikan harga penawaran terendah yakni US$ 984 juta atau US$ 105 juta.

Pertamina logo
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menandatangani kontrak pekerjaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) untuk fasilitas pemrosesan gas (GPF) Proyek Pengembangan Gas Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB). Dengan begitu proyek ini diharapkan bisa beroperasi 2020.

Penandatangan kontrak EPC GPF JTB dilakukan di Kantor PEPC, Jakarta, Senin (4/12). Adapun pihak PEPC diwakili Direktur Utama yakni Jamsaton Nababan. Sedangkan pihak kontraktor yakni Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind)-JGC Indonesia-JGC Corporation, diwakili Plt Direktur Utama PT Rekind, Jakub Tarigan.

Hadir dalam penandatanganan antara lain Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam dan Deputi Pengendalian Pengadaan Satuan Kerja Khusus Palaksana Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Djoko Siswanto. Selain itu Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan ada beberapa pekerjaan yang harus dilakukan konsorsium Rekind-JGC. Di antaranya adalah penyiapan fasilitas produksi mulai di wellpad, flowline, gathering line, dan export pipeline, fasilitas pemurnian gas JTB dan fasilitas bersama (sharing facility) CPF Banyu Urip.

Dengan perencanaan yang ada, Pertamina menargetkan proyek JTB 'bisa beroperasi kuartal keempat tahun 2020. “Diharapkan manfaatnya dapat dinikmati masyarakat khususnya industr di wilayah Jawa Timur  dan Jawa Tengah yang membutuhkan gas," kata Adiatma berdasarkan keterangan resminya, Rabu (6/12).

Di sisi lain, menurut Adiatma konsorsium Rekayasa Industri memenangi tender EPC GPF Proyek JTB karena memberikan harga penawaran terendah yakni US$ 984 juta atau US$ 105 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan penawaran peserta peringkat kedua.

Sementara lapangan JTB merupakan unitisasi antara Lapangan Jambaran yang masuk Blok Cepu dan Lapangan Tiung Biru yang masuk wilayah kerja PT Pertamina EP dengan operatornya adalah PEPC. Proyek JTB diperkirakan menelan belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 1,547 miliar.

(Baca: Proyek Jambaran-Tiung Biru Berhasil Hemat Biaya Rp 7,3 Triliun)

Kapasitas produksinya rata-rata 315 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) selama 14,8 tahun. Lapangan JTB telah mendapatkan komitmen pembelian gas sebesar 172 MMSCFD. "Proyek diperkirakan dapat menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja pada puncak pelaksanaannya," ujar Adiatma.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan