Donovan menyatakan Amerika Serikat berkomitmen mencapai kesepakatan damai antara rakyat Palestina dan Israel.
Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan
Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan. Kedutaan Besar Amerika Serikat

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan menyatakan pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah dikomunikasikan dengan pemerintah Indonesia. Donovan menyatakan pembahasan dengan pemerintah RI sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu (6/12).

"Kami telah berkonsultasi dengan para teman, mitra, dan sekutu kami, termasuk Indonesia, sebelum Presiden Trump mengeluarkan keputusannya," kata Donovan dikutip dari situs resmi Kedubes AS, Kamis (7/12).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Donovan menyatakan Amerika Serikat berkomitmen mencapai kesepakatan damai antara rakyat Palestina dan Israel. "Termasuk mendukung solusi dua negara, bila disetujui oleh kedua belah pihak," kata dia.

(Baca: Kecam Trump soal Yerusalem, Jokowi: Bisa Guncang Stabilitas Dunia)

Amerika pun tetap mendukung status quo situs suci Bukit Kuil atau Haram al-Sharif, kata Donovan, seperti yang diungkapkan Trump dalam pengumumannya. “Yerusalem kini, dan harus terus menjadi, tempat dimana warga Yahudi berdoa di Tembok Barat, umat Kristiani melintasi Jalan Salib, dan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa.”

Presiden Joko Widodo menyatakan sikap mengecam pernyataan Trump yang menyatakan wilayah Yerusalem merupakan Ibu Kota dari Israel. "Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel," ujar Jokowi saat konferensi pers, di Istana Bogor, Kamis (7/12).

(Baca: Jokowi, Trump dan Optimisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global)

Terdapat beberapa alasan yang mendasari sikap Jokowi sebagai sikap resmi negara. Pertama, pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, dengan AS merupakan anggota tetapnya. Kedua, pernyataan Trump ini dianggap bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

"Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," ujar Jokowi.

Jokowi melanjutkan, dalam beberapa hari ini pemerintah telah berkomunikasi dengan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) agar lembaga tersebut segera mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini. Jokowi mengatakan, sidang tersebut rencananya akan diadakan pada 13 Desember 2017 ini di Istanbul, Turki yang akan dihadiri langsung olehnya.

Selain itu, Jokowi akan meminta PBB untuk bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak AS tersebut. "Saya juga telah memperintahkan menteri luar negeri untuk menanggil Duta besar AS untuk langsung menyatakan sikap pemerintah Indonesia," ujar Jokowi.

(Baca: Di Depan Trump, Jokowi: Umat Islam Adalah Korban Terbanyak Terorisme)

 

Artikel Terkait
"Saya perintahkan jalur ganda dimulai pekerjaannya," kata Jokowi
Proyek bendungan ini kembali direncanakan pembangunannya saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Dalam setiap helaan nafas diplomasi Indonesia ada keberpihakan terhadap Palestina," kata Jokowi